Penderasan Inovasi Teknologi VUB Melalui Pendekatan SLMDM Padi Jagung dan Kedelai

Bertempat di aula Puncak Raya Hotol Cisarua Bogor, pada Senin 11 Desember 2017, Kepala Balitbangtan, Dr. Muhammad Syakir  secara resmi membuka acara “Workshop Evaluasi Kegiatan Sekolah Lapang (SL) Model Desa Mandiri Benih Padi, Jagung dan Kedelai 2017 dan Rencana Kegiatan mendukung Tahun Perenihan 2018. Acara workshop dilaksanakan mulai hari Senin tgl 11 Desember s.d Rabu 13 Desember 2017

Dalam pelaksanaan kegiatan Dr. Andriko Noto Susanto (Kepala Puslitbangtan)  melaporkan bahwa Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) melalui Puslitbang Tanaman Pangan tahun 2017 mendapat tugas untuk mengimplementasikan Model Desa Mandiri Benih Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) yang telah diinisiasi sejak tahun 2015 di 15 provinsi melalui kegiatan Sekolah Lapang (SL) Kedaulatan Pangan mendukung Swasembada Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih (DMB), sebagai pedoman untuk mengembangkan DMB pajale dimasa yang akan datang. Bentuk kegiatan SL adalah peningkatan kemampuan teknik produksi benih calon penangkar mendukung ketersediaan benih bermutu varietas unggul baru (VUB) sesuai kebutuhan. Kontribusi benih bermutu varietas unggul spesifik lokasi sangat besar untuk meningkatkan produktivitas dan produksi dalam kondisi luas baku sawah atau areal panen yang tidak bertambah luas, bahkan semakin menyusut karena konversi lahan pertanian. Namun, pencapaian produktivitas dan produksi terkendala dengan ketersediaan VUB yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian.

Kepala Balitbangtan menyampaikan bahwa koalisi antara Balitbangtan dengan DMB akan membentuk sinergisme positif sebagai momentum lompatan percepatan penyebaran VUB. Lebih dari 250 varietas telah dilepas oleh Balitbangtan, namun yang diadopsi petani masih terbatas. “Bottel neck utama perbenihan di Indonesia adalah strategi penyebaran VUB hasil Badan Litbang Pertanian” tutur Dr. Muhammad Syakir (Kepala Balitbangtan) dalam arahannya.  Secara teknis, VUB Balitbangtan diperbanyak para penangkar DMB dibawah kontrol dan pengawasan Balitbangtan, kemudian hasil produksi akan dibranding Balitbangtan. Dengan demikian, uapaya tersebut diharapkan dapat memberi dampak positif pada kedua belah pihak: VUB Balitbangtan tersediminasi dan tingkat kesejahteraan penangkar DMB meningkat.

Melalui acara worshop Kepala Balitbangtan mengharapkan adanya ide-ide konstruktif sehingga melahirkan inovasi untuk mendongkrak kegiatan SL-DMB. “Litbang harus membuat inovasi, tidak hanya teknologi tapi inovasi manajemen, inovasi lembaga, inovasi pemasaran dan inovasi sosial”. Sebagai arahan Kepala Balitbangtan lebih lanjut menyampaikan bahwa replikasi model DMB dapat meningkatkan laju percepatan VUB Balitbangtan. “Penangkar benih harus dipelihara dan didampingi Balitbangtan, beri reward perjalanan ke luar negeri (short course, pelatihan) untuk penangkar asalkan memproduksi dan menyebarkan benih VUB Balitbangtan” lanjut Kepala Balitbangtan. Selain itu, Kepala Balitbangtan mengharapkan peran aktif BPTP dalam hal pembinaan penangkar model DMB, “lombakan lagi BPTP yang bisa membina penangkar, bersinergilah dengan Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah, Swasta, dll nanum tetap Balitbangtan yang harus pegang kendali”. Sebagai tambahan Kepala Balitbangtan memberikan arahan perihal pembuatan juknis dan pedum harus praktis dan sistematis. Diakhir sambutannya, Kepala Balitbangtan mengharapkan bahwa melalui kegiatan ini dihasilkan suatu rumusan tentang cara penyaluran VUB sehingga dapat tercipta kedaulatan pangan secara nasional.

Diakhir acara, Kepala Balitbangtan secara simbolis memberikan benih pajale kepada penangkar model DMB yang secara teknis telah mandiri dan berkelanjutan (NRP/AK). 

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar