Petani Kupang Antusias dengan Jagung Bima19 URI dan Bima 20 URI

Balai Pengakajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) NTT mengadakan acara temu lapang dan panen perdana jagung hibrida Bima 19-URI dan 20-URI tanggal 26 Oktober 2017, di desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Nusa Tenggara Timur.

Acara dihadiri oleh Kepala BPTP NTT, Kepala Dinas Pertanian, Danramil, Muspida dan Penyuluh Kabupaten Kupang.

Pada acara temu lapang dan panen perdana tersebut petani di Kabupaten Kupang menjadi saksi kehebatan tampilan jagung hibrida Bima URI 19 dan Bima URI 20. Kehebatan utama dari jenis jagung ini yaitu produktivitas yang mencapai 9,2 ton/ha serta meninggalkan biomass segar lainnya seperti batang dan daun yang bisa digunakan untuk pakan ternak. Produktivitas ini jauh di atas rata-rata produktivitas jagung di provinsi NTT, yang sampai saat ini baru mencapai 2,6 ton/ha. Kehebatan ini diakui para petani, bahwa BIMA URI 19 dan URI 20 adalah jenis jagung yang luar biasa dibanding varietas-varietas yang mereka gunakan sebelumnya. Ungkapan ini terus disampaikan pada saat mereka memberi kesaksian dalam acara temu lapang tersebut.

Jagung hibrida Bima URI 19 dan Bima URI 20 adalah jagung hibrida yang dihasilkan oleh peneliti Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian. Hibrida ini memiliki keunggulan diantaranya adalah toleran terhadap kekeringan dan tahan penyakit utama seperti penyakit bulai, karat dan hawar daun, serta tahan rebah akar dan batang. Bima URI 19 berasal dari persilangan antara hibrida silang tunggal G193/Mr14 sebagai tetua betina dengan galur murni Nei9008P sebagai tetua jantan. Hibrida ini tergolong sebagai hibrida silang tiga jalur memiliki umur 102 hari dan tingginya mencapai 213 cm. Warna malai kuning muda dengan semburan jingga, warna biji kuning jingga, jumlah baris pertongkol 14-16, kelobot menutup agak ketat. Potensi hasil tinggi (12,8 ton/ha PK pada KA 15%), rata-rata hasil ±11,0 ton/ha PK pada KA 15%, kandungan karbohidrat ±68,5%, kandungan protein ±15,0%, kandungan lemak ±9,5% bobot 1000 butir (KA 15%) ±339 gram. Sedangkan Bima URI 20, adalah persilangan antara hibrida silang tunggal G180/Mr14 sebagai tetua betina dengan galur Nei9008P sebagai tetua jantan. Potensi hasilnya 12.8 t/ha dengan rata-rata 11.0 t/ha kadar air 15 %, dengan bobot 1000 biji 339 g.

Dalam sambutannya Kepala BPTP NTT (Dr. Syamsuddin) menegaskan bahwa BPTP NTT siap mendampingi petani kapan saja, terutama dalam mendampingi mengenai teknis budidayanya. NTT harus menjadi provinsi pemasok jagung bagi daerah lain. Dari tampilan kulaitas jagung di lapangan tadi, NTT memiliki kehebatan kualitas lahan untuk memproduksi jagung, dibanding daerah lainnya.

Lokasi temu lapang ini di desa Oeteta, Kecamatan Sulamu pada lahan kelompok tani Tunggadea  berjumlah 20 orang dengan total lahan pengembangan 25 hektar adalah bagian yang tidak terlepas dari pendampingan BPTP NTT. BPTP NTT telah mendampingi petani yang sudah biasa dalam usahatani jagung dengan luas 750 hektar yang meliputi 31 kelompok Tani dan 725 petani. (RTPH/Uje)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar