Mendaratkan Inpari 36 Lanrang dan 37 Lanrang

Puslitbang Tanama Pangan  melalui Unit Pelaksana Teknisnya yaitu Loka Penelitian Penyakit Tungro terus berupaya mendaratkan inovasinya ke semua penjuru Nusantara. Salah satu inovasi yang didaratkan yaitu inovasi hasil Loka Penelitian Penyakit Tungro yang tahan terhadap penyakit Tungro yaitu Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang. Penggunaan varietas tersebut merupakan salah satu solusi efektif untuk mengantisipasi serangan tungro di daerah endemis.

BPTP Maluku Utara melakukan diseminasi benih Inpari 36 Lanrang dan 37 Lanrang di Wasile Timur dan Maba Tengah Kabupaten Halmahera Timur. Diseminasi tersebut dilakukan agar petani melakukan rotasi atau pergiliran varietas untuk mengantisipasi serangan kegagalan panen akibat serangan hama penyakit.

Selain memiliki ketahanan terhadap penyakit tungro, VUB ini juga memiliki ketahanan terhadap penyakit blas serta teksture nasi pulen. Inpari 36 Lanrang memiliki potensi hasil 10,0 t/ha GKG dengan rata-rata hasil ± 6,7 t/ha GKG. Sedangkan Inpari 37 Lanrang mempunyai potensi hasil 9,1 t/ha GKG dengan rata-rata hasil ± 6,3 t/ha. (RTPH/Uje)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar