Workshop dan Annual Meeting JIRCAS 2017 di Bogor

Workshop “Genetic Improvement for Biotic and Abiotic Stress under Unfavorable Environment condition in rice cultivation” dan Annual Meeting yang bertema “JIRCAS Blast Research Network and Environmental Stress-Tolerant Rice” berlangsung selama 19-20 September 2017 di Bogor.

Acara dibuka oleh Kapuslitbangtan Dr Andriko Noto Susanto, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Puslitbang Tanaman Pangan berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi host dari pelaksanaan kegiatan JIRCAS. Oleh karena itu, pada momen tersebut sekaligus ia juga menjelaskan secara singkat mengenai fungsi serta struktur organisasi dari lembaga penelitian pertanian tertua yang berlokasi di Jalan Merdeka 147 ini. “Puslitbangtan merupakan lembaga yang berada di bawah koordinasi Badan Litbang Kementerian Pertanian Indonesia (IAARD). Kami memiliki mandat untuk memformulasikan kebijakan dan program serta melakukan penelitian dan pengembangan tanaman pangan. Puslitbangtan memiliki tiga riset senter dan satu loka penelitian yaitu BB Padi, Balitkabi Balitsereal,dan satu Loka Penelitian Tungro.,” terangnya kepada para peserta.

Menyadari JIRCAS telah menjalin kerja sama dengan Badan Litbang Pertanian pada berbagai aspek penelitian pertanian, khususnya dengan BB Padi tentang penyakit blas sejak 2007, Kapuslitbangtan mengungkapkan workshop dan annual meeting ini menjadi sangat penting bagi semua pihak yang terlibat disini. Terlebih bagi Indonesia yang memiliki unfavorable rice ecosystem luas terutama di luar Pulau Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Menurutnya, akhir-akhir ini masalah penyakit blas tidak saja merupakan masalah utama di wilayah rawa, namun penyakit tersebut juga menyerang di area sawah irigasi. Oleh karenanya, ia sangat senang mendengar ketika melalui project ini akan dikembangkan varietas unggul baru dengan tingkat ketahanan yang lebih baik terhadap penyakit blas menggunakan gen tahan blas yang berbeda. Harapannya adalah agar para peneliti BB Padi dapat mengembangkan varietas baru berdasarkan varietas popular yang banyak diadopsi petani seperti Ciherang, Mekongga dan Situ Bagendit dengan menambahkan modern gen. “Kami menyebut program ini dengan istilah Reborn of Popular Varieties,” ujarnya.

Selain berharap MoU antara Badan Litbang Pertanian dengan JIRCAS yang akan berakhir masa berlakunya tahun depan dapat diperpanjang kembali untuk 5 tahun ke depan, pada kesempatan tersebut Kapuslitbangtan juga mengajak JIRCAS dan perwakilan dari Africa, Vietnam, Bangladesh, dan Filipina untuk bekerja sama pada komoditas tanaman pangan penting lainnya seperti sorgum serta aneka kacang dan umbi.

Hadir pada workshop ini antara lain perwakilan JIRCAS, Africa Rice Center, AGI Vietnam, Bangladesh Rice Research Institute, BB Padi, dan Phillipine Rice Research Institute. Perwakilan JIRCAS (Dr Masauasu Kato dan Dr Takashi Urao), BB Padi (Prof Suwarno), dan Africa Rice (Dr Baboucarr Manneh) mengisi sesi “Outline of JIRCAS Research for Biotic and Abotic Stress under Unfavorable Enironment conditions and Rice Breeding in Africa ”. Adapun sesi annual Meeting for JIRCAS Blast research Network and Environmental Stress-Tolerant Rice diisi oleh perwakilan dari JIRCAS (Dr Yoshimichi Fukuta), Phillipne Rice Research Institute (Dr Jennifer Niones), Agricultural Genetic Institute Vietnam ( Dr N. Nguyet), BRRI Bangladesh (Dr Md A.I. Khan) serta BB Padi (Dr Aris Hairmansis). Sementara itu di sesi terakhir Environmental Stress-Tolerant Rice diikuti oleh perwakilan JIRCAS (Dr M Obara dan Dr Yoshimichi Fukuta) dan Phillipine Rice Research Institute (Dr Jonathan Niones).

Workhsop dan Annual Meeting 2017 ditutup dengan kegiatan field trip ke Kebun Percobaan Muara Bogor. (HRD)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar