Gerakan Pengendalian WBC Kerdil Rumput dan Kerdil Hampa

Serangan WBC papa MT 2017 di Jabar dapat dikatakan kejadian luar biasa (KLB) dibanding pada musim yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, selain serangan yang juga terjadi di beberapa provinsi lainnya seperti Jateng, Jatim, DIY, Bali, NTB, Sulsel, Gorontalo, Lampung dan Sumsel. Serangan WBC pada saat ini lebih diperparah aakibat penyakit kerdil rumput dan kerdil.hampa yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh WBC. KLB WBC menjadi perhatian serius pemerintah dalam rangka pengamanan keberlanjutan upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi nasional. Kementan melalui Dirjen Tanaman Pangan bekerjasama dengan Direktorat teknis lain dan Balitbangtan bersama-sama dengan Pemprov, Pemda dan TNI secara langsung dan responsif melakukan Gerakan  Pengendalian (Gerdal) WBC-Kerdil Rumput (KR)-Kerdil Hampa(KH) di tiga kawasan terserang WBC di Kabupaten Cirebon yaitu Desa Guwa Lor Kecamatan Kaliwedi, Desa Karagsambung Kecamayan Arjawonangun dan Desa Ujung Gebang Kecamatan Susukan. Dalam acara Gerdal WBC-KR-KH Perdana ini dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dijentan, Setdijentan, Dirbuser, Dirlintan, Kapuslitbangtan, Ka BBPOPT, PJ Upsus Provinsi Jabar, PJ Upsus Kab Cirebon, Asisten II Bupati Cirebon, Dandim, Ka BPTP Jabar, Camat, Kapolsek, Danramil, Peneliti Balitbangtan, POPT, PPL, Gapoktan, Keltan dan ratusan petani dari tiga Kecamatan.

Komponen utama Gerdal WBC-KR-KH adalah: 1) Eradikasi lahan terserang (memebersihkan lahan dari sumber inokulum virus dan populasi WBC dengan pembalikan tanah menggunakan traktor mata bajak singkal), sekaligus membuat jeda waktu memutus siklus perkembangan WBC; 2) Aplikasi dolomit dan pupuk organik yang dilanjutkan dengan pengolahan lahan; 3) Penanaman tanaman refugia (tanaman berbunga atau kacang-kacangan/kedelai sebagai langkah konservasi musuh alami); 4) Penggunaan VUB padi tahan WBC (Inpari 33); dan Monitoring dan pengamatan berkala populasi WBC utamanya pada awal pengolahan lahan, persemaian dan pertanaman umur 0-20 HST untuk mencegah infestasi populasi dan infeksi awal virus KR dan KH.

Asisten II Kabupaten Cirebon mewakili Bupati Cirebon menyampaikan bahwa target produksi padi Kabupaten Cirebon pada MT saat ini adalah 610,410 ton GKG namun realisasinya berkurang 7% dibanding pada musim yang sama pada tahun sbelumnya yang disebabkan oleh: bencana banjir, serangan OPT, dan kekeringan. OPT utama yang menjadi kendala adalah WBC, penyakit KR, penyakit KH, dan penggerek batang. Ancaman kekeringan berdasarkan data standing crop seluas 1172 ha. Pemda pemda dan masyarakat Cirebon berharap agar semua stakeholder secara bersama-sama mewujudkan keberlanjutan peningkatan produksi melalui upaya budidaya tanaman sehat, eradikasi tanaman terserang, pemanfaatan asuransi pertanian untuk petani yang mengalami kegagalan panen (puso). Pemda mengucapkan trimakasih kepada Kementan yang telah membantu petani berupa alsintan, jaringan irigasi, sarana dan prasarana lain, serta bantuan input prodyksi dalam kegiatan demarea Gardal WBC-KR-KH. Dengan Gerdal ini diharapkan akan dapat meningkatkan produksi padi dan peningkatan kesejahteraan petani Cirebon.

Dijentan sebagai punggawa Gerdal WBC-KR-KH menyampaikan bahwa wilayah Cirebon saat ini mengalami kerugian yang sangat besar akibat serangan WBC-KF-KH. Perlu dilakukan satu pemikiran, perencanaan dan aksi yang serius oleh PJ UPSUS, Balitbangtan, Dandim, PT Kujang, Distanprov dan Distankab, Polsek, Koramil dll.

dalam penanganan masalah WBC melalui Gardal WBC-KR-KH.  Kegiatan utama untuk menangani permasalahan virus KR dan KH adalah eradikasi tanaman terserang, lahan segera dibersihkan dan dilakukan oembalikan tanah. Terkait dengan hal tersebut, maka Ditjen PSP harus segera menyiapkan bantuan sapras untuk olah lahan, pupuk organik, dolomit dan VUB Inpari 33. Kebiasaan petani yang masih menanam padi lokal agar ditunda, hingga kondisi aman dari serangan WBC, karena dapat menjadi sumber inokulum bagi pertanaman sekitarnya dan tanaman musim berikutnya jika masih menanam varietas yang sama. Distankab bersama dengan POPT harus mengawal setiap perubahan, kejadian dan permasalahan OPT di lapangan, sehingga tidak terjadi pengamatan terlambat, laporan yang kurang akurat. Perlu dilakukan pemberdayaan petani untuk pengamatan populasi WBC. Wacana tidak perlu ada pengangkatan PNS bagi THL POPT, karena masih terjadi serangan OPT dan tidak ada aksi nyata dan gerakan di lapangan untuk penanggulangannya hingga terjadi serangan berturut-turut. Akan dilakukan detaser tenaga dari pusat minimal dua orang didampingi petani integrator, akan disusun daftar nama yang ditugaskan di wilayah Gerdal WBC-KR-KH untuk melaporkan secara harian dengan dukungan TNI.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dalam arahannya disampaikan bahwa tiga kawasan terserang merupakan lokasi yang rawan banjir di musim hujan, dan kekeringan pada musim kemarau, bahkan air untuk kebutuhan rumah tangga juga susah. KLB WBC pada MT sekarang jarang terjadi, sudah 3 kali tanam, namun petani mengalami gagal panen, dan panen ke-3 hanya dihasilkan 3 karung/ha. Benih yang ditanam bukan pembagian dari kelompok, tapi beberapa varietas seperti Pertiwi, Muncul, Ciherang dan beberapa varietas lokal ketan. Sesuai rwncana petani, bahwa tanam berikutnya akan dilakukan pada bulan November jika sudah cukup hujan, sehingga masih cukup waktu untuk dilakukan Gerdal WBC-KR-KH terkait dengan eradikasi sumber inokulum dan persiapan logistiknya. Pada RDP terakhir, ditampilkan data puso akibat WBC di Cirebon hanya swluas 1 ha dan data yang lainnya, setelah dicek di lapangan, data tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Dalam UU Perlindungan Petani, dikatakan jangan sampai petani mengalami gagal panen, sehingga pelaporan yang salah terhadap kondisi petani dan pertaniannya yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya layak untu diberikan sanksi. DPR menyetujui untuk penggeseran anggaran untuk penanganan KLB WBC di seluruh wilayah serangan. Cukup disampaikan pemberitahuan perubahan anggaran untuk pengolahan lahan di lokasi KLB WBC sertaninput produksi lainnya. Peran PPL perlu ditingkatkan,  peran, perhatian dan pendampingan di wilayah kerja, harus melaporkan kejadian yang terjadi sebenarnya. DPR menyetujui penambahan anggaran 2018 untuk pengawalan pencegahan serangan OPT. Perlu data yang akurat dari Kementerian melalui Direktorat Teknis. Berikan reword kepada petani yang swadaya melakukan gerakan. Untuk aksi ke depan harus dalam satu komando untuk tanam serempak setelah tindakan eradikasi dilakukan dan memastikan sudah tidak ada sumber inokulum dan populasi WBC. Gerakan pengolahan dan tanam secara gratis dengan adanya KLB WBC. Anggaran untuk asuransi pertanian harus ditingkatkan yang sebelumnya untuk 1 juta ha, dengan adanya KLB- WBC (RHP).

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar