Aksi Nyata Badan Litbang Pertanian dalam Pengendalian Wereng Batang Coklat

Wereng Batang Coklat (WBC) salah satu hama utama tanaman padi yang secara langsung dapat menyebabkan tanaman kering (hopperburn) dan kerusakan secara tidak langsung akibat penyakit kerdil hampa/ kedil rumput oleh virus yang ditularkannya. Pada tahun 2017 sampai dengan saat ini, WBC dilaporkan menyerang 67.000 ha tanaman padi di 17 provinsi dari 9 juta ha luas tanam padi.

Salah satu lokasi serangan WBC dan penyakit virus kerdil hampa dan kerdil rumput ada di Kecamatan di Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Luas areal baku sawah di Kecamatan Compreng 6.210 ha, berdasarkan laporan petugas POPT periode petengahan sampai akhir Agustus 2017 tercatat standing crop 6403 ha, dengan luas serangan WBC 227 ha (0,35%), virus kerdil hampa seluas 33 ha (0,05%) dan virus kerdil rumput seluas 40 ha (0,06%)

Aksi nyata upaya pengendalian WBC dan penyakit virus yang ditularkannya Badan Litbang Pertanian telah memberikan anjuran meliputi tanam serempak, penggunaan varietas unggul tahan wereng produksi tinggi. Serta monitoring keberadaan WBC dengan lampu perangkap, sekaligus melakukan pengendalian secara fisik. Desa Mekar Jaya di Kecamatan Compreng adalah salah satu desa yang mengikuti anjuran melakukan eradikasi tanaman terserang virus kerdil rumput dan kerdil hampa seluas 500 ha, kemudian menanam kembali secara serempak varietas tahan WBC Inpari 31. 33, 42 dan 43. Langkah tersebut berhasil mengendaliakan WBC dan penyakit virus yang ditularkannya, terlihat tanaman padi yang saat ini berumur 21 hari setelah tanam dalam kondisi baik.Demplot pengendalian WBC di Desa Sukadana seluas 1 ha pada daerah yang hanya terserang WBC, dengan menanam varietas tahan WBC seperti Inpari 31 dan Inpari 33, berhasil dengan baik dilihat dari kondisi tanaman pada stadia generatif dalam kondisi baik.

Pada saat kunjungan di Desa Sukadana Kepala Badan Litbang Pertanian menyerahkan bantuan benih varietas unggul baru tahan WBC yaitu Inpari 33, Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 43 Agritan GSR dan pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan. Pada kesempatan ini Kepala Badan Litbang Pertanian menekankan bahwa kendala WBC yang sekarang dihadapi adalah banyaknya petani yang masih menanam varietas padi ketan dan IR 42 yang telah rentan,  sulit beralih ke varietas tahan WBC yang lebih unggul. Ditambahkan bahwa Pemda harus memberikan dorongan yang kuat kepada petani untuk menanam padi secara serempak., menerapkan inovasi Badan Litbang Pertanian, dan sosialiasi asuransi untuk mengurangi resiko gagal panen.

Aksi nyata yang lain Badan Litbang Pertanian pada MT 2017/2018 menyelenggarakan denfam pengendalian WBC di 5 provinsi (Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur) pada areal 500 ha daerah endemis WBC, melalui penyebaran varietas tahan WBC Inpari 13, 33 dan 43 dengan budidaya Jarwo Super untuk daerah endemis yang hanya bermasalah WBC.Daerah endemis WBC yang disertai menculnya penyakit virus kerdil hampa dan kerdil rumput, tetap diupayakan produktif, sebagai lokasi upaya khusus untuk peningkatan prooduksi kedelai, mendukung percepatan pencapaian swasembada kedelai atau produksi tanaman pangan lainnya yang berumur pendek, seperti kacang hijau.

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar