Pengembangan Teknologi Unggul Budidaya Kedelai Lahan Pasang Surut (KEPAS)

Lahan pasang surut merupakan lahan suboptimal yang telah ditargetkan menjadi salah satu lahan pilihan bagi pengembangan areal komoditas pertanian strategis, diantaranya adalah  kedelai. Jambi adalah termasuk enam Provinsi utama wilalayah penyebaran lahan pasang surut di Indonesia, lima provinsi lainnya adalah: Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Merauke, dan Sulawesi Barat. Dari luas lahan pasang surut yang sesuai untuk komoditas pangan dan hortikultura yakni seluas sekitar 5,3 juta ha, yang telah dibuka untuk sawah seluas 205.000 ha, sehingga sangat potensial untuk pengembangan kedelai. Dari 205.000 ha sawah tersebut,  92.000 ha diantaranya berada di Provinsi Jambi, yang mana sebagian besar terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Teknologi KEPAS adalah Teknologi yang dirakit oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang Pertanian) melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) sebagai salah satu Institusinya, yang secara khusus kedelai sebagai salah komoditas mandatnya. Mulai tahun 2007 – 2009, Balitkabi melakukan penelitian untuk merakit teknologi unggul budidaya kedelai lahan pasang surut di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, secara administrasi lokasi penelitiannya berada di wilayah Kecamatan Rantau Rasau dan Berbak. Di wilayah ini, lahan sawah umumnya ditanami padi hanya sekali dalam setahun. Setelah padi, sebagian kecil lahan (sekitar 15-20%) ditanami palawija, yakni kedelai dan jagung, sehingga dari kesediaan lahan, masih terbuka lebar bagi upaya penambahan areal baru  tanaman kedelai.

Perakitan Teknologi Unggul KEPAS, dilakukan melalui pendekatan Pengelolaan Tanaman dan Lahan Secara Terpadu, yang untuk selanjutnya lebih populer dikenal sebagai PTT-kedelai. Sebelum kegiatan penelitian yang melahirkan KEPAS ini dimulai oleh Balitkabi, produktivitas pertanaman kedelai di wilayah ini rata-rata 1,6 t/ha, dengan menanam varietas unggul wilis. Balitkabi setelah tiga tahun melakukan penelitian, mampu mampu merakit Teknologi Unggul (KEPAS) yang mampu menghasilkan 2,1 – 2,8 t/ha, dengan menggunakan varietas unggul Anjasmoro. Varietas Anjasmoro sangat diminati petani karena hasilnya tinggi, bijinya berukuran besar, dan polongnya tidak mudah pecah.

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar