Kepala Puslitbang TP Kunjungi Salah Satu Mutiara Puslitbang TP di Sulawesi Selatan

Di sela-sela persiapan menghadiri kegiatan temu lapang Biodetas dan Jarwo Super di Makassar, Jumat (14/7) kemarin, Kepala Puslitbang Tanaman Pangan Dr Andriko Noto Susanto didampingi Kabid KSPHP, Kepala Lolit Tungro, dan Kasubbid Kerja Sama Puslitbangtan menyempatkan waktu untuk mengunjungi Loka Penelitian (Lolit) Tungro. Selain meninjau Kebun Percobaan, di lokasi ini Pak Kapus juga bertatap muka dengan staf/peneliti dari loka penelitian yang disebutnya sebagai “Mutiara Puslitbangtan yang Potensial Menyelesaikan Inovasi Benih VUB Padi di Indonesia Timur”.

Terletak di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Kapuslitbangtan berpendapat bahwa Lolit Tungro yang memiliki luas lahan percobaan sekitar 37 hektar tidak hanya fungsional bagus, namun juga telah ditanam memenuhi kaidah-kaidah inovasi teknologi. “Saya lihat tadi ada Jarwo 2:1, kemudian varietas-varietas yang ditanam juga ditampilkan. Nuansa penelitiannya masuk, display varietasnya juga masuk. Sebenarnya fungsi show window sudah terimplementasi dengan baik,” ujarnya terkesan.   

Kapuslitbangtan mengemukakan kepada para staf/peneliti yang hadir, kini saatnya memasalisasi inovasi teknologi kita sesuai arahan yang seringkali disampaikan Kabadan Litbang. Tugas kita adalah memperkenalkan inovasi dan teknologi Balitbangtan kepada masyarakat. Adapun cara yang paling riil adalah menunjukkan pertanaman di lapangan. Terlebih, menurut Kapuslitbangtan,  kini kita tidak lagi pada posisi mensupport Ditjen Tanaman Pangan, tetapi bersama-sama Ditjen Teknis  untuk mensukseskan program Kementerian Pertanian.

Oleh karena itu, Lolit Tungro harus terus mempertahankan performanya. Jika perlu ditingkatkan, tidak boleh turun. Film dokumenter perlu dibuat untuk sebagai media diseminasi jika belum ada. Pada sisi lain, Kapuslitbangtan juga mengingatkan tentang wacana perubahan status Lolit Tungro. Ia berpendapat hal ini perlu dipertimbangkan secara matang karena semua balai penelitian yang ada di bawah koordinasi Puslitbangtan berbasis komoditas.

Hal lain yang tak kalah pentingnya dari pesan Kapuslitbangtan di Lolit Tungro adalah adanya soliditas dan kekompakan. Ia berpendapat kedua aspek tersebut adalah modal awal sebuah organisasi. “Solid dan kompak yang paling kecil adalah kita saling mendukung membuat teamwork yang kuat,” katanya mengingatkan. (HRY)

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan 

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar