Rapat Kerja Puslitbang Tanaman Pangan 2017: Mewujudkan Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan

Rapat Kerja Puslitbang Tanaman Pangan dengan tema Mendaratkan Inovasi Litbang Tanaman Pangan untuk Mewujudkan Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan diselenggarakan di Bogor, 7-9 Juli 2017 dibuka oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, dihadiri oleh 130 orang peserta dari UK/UPT lingkup Puslitbang Tanaman Pangan, purna tugas peneliti senior, serta narasumber dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Biro Perencanaan, Biro OK dan Sesbalitbangtan, Kementerian Pertanian.

Puslitbang Tanaman Pangan sebagai pusat litbang tertua di Balitbangtan dan juga di Indonesia menjadi tumpuan Kementan menghasilkan inovasi untuk mewujudkan swasembada  dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. "Tema Raker Puslitbang Tanaman Pangan 2017 Mendaratkan Inovasi Litbang Tanaman Pangan untuk Mewujudkan Swasembada Pangan sudah tepat, yang tidak kalah penting adalah untuk mendaratkan inovasi, apa yang dibawa, kecepatan berapa dan presisi  mendaratnya", ujar Kepala Badan Litbang Pertanian.

Puslitbang Tanaman Pangan dan Balit/Lolit harus memperbanyak hasil penelitian menjadi inovasi yang secara sosial ekonomi bermanfaat bagi masyarakat sebagai muatan yang akan didaratkan. Pendekatan penelitian harus diubah tidak tersandra signifikansi ilmiah secara statistik, tetapi lebih pada pengaruh nyata pada aspek sosial ekonomi masyarakat.

Kecepatan menghasilkan teknologi dapat dipacu dimulai dari telaah pustaka (review literatures) bukan menjadi justifikasi pelaksanaan kegiatan semata, tetapi sebagai titik tolak riset yang akan dilakukan, agar tidak mengulang dari awal.  Pendekatan tersebut telah diterapkan Balitbangtan dalam upaya mempercepat diseminasi teknologi Jarwo Super, varietas jagung NASA 29,  selanjutnya untuk Larigo Super, dan lainnya untuk kedelai agar dicari icon kemasan paket teknologi kedelai produktivitas tinggi.

Presisi inovasi yang lebih baik dapat dicapai melalui peningkatan kerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian non-kementerian yang telah lama dirintis mulai dari KKP3N. Sayembarakan inovasi unggul yang ingin dicapai untuk menjaring peneliti yang mampu menghasilkan inovasi unggul yang dibutuhkan.

Puslitbang Tanaman Pangan harus berani memaberi insentif dan kemudahan dalam mengajukan proposal penelitian, untuk peneliti yang rekam jejaknya baik dalam menghasilkan inovasi yang dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar