Pertumbuhan Tanaman Porang

Tanaman porang umumnya diusahakan sebagai tanaman sekunder, ditanam tumpangsari di bawah tegakan hutan (jati, mahoni, sengon) atau di bawah naungan di pinggir hutan rakyat dan belukar. Agar dapat tumbuh dan menghasilkan ubi secara optimal, tanaman porang menghendaki beberapa persyaratan tumbuh sebagai berikut:

Tinggi tempat

Porang umumnya terdapat di lahan kering padaketinggian hingga 800 m di atas permukaan laut (dpl), namun yangbagus adalah daerah dengan tinggi 100-600 m dpl. Untuk pertumbuhannya memerlukan suhu 25-35oC, dan curah hujan 1.000-1.500 mm/tahun dan tersebar rata sepanjang tahun. Pada suhu di atas 35oC, daun tanaman akan terbakar sedangkan pada suhu rendah, menyebabkan tanaman dorman. Kondisi hangat dan lembab diperlukan untuk pertumbuhan daun, sementara kondisi kering diperlukan untuk perkembangan ubi.

Tekstur tanah

Sebagaimana tanaman ubi-ubian yang lain, porangakan tumbuh dan menghasilkan ubi yang baik pada tanah berteksturringan hingga sedang, gembur, subur, dan kandungan bahan organiknyacukup tinggi karena tanaman porang menghendaki tanah dengan aerasiudara yang baik. Meskipun cukuptoleran terhadap genangan, namun kondisi genangan yang agak lamadapat mengakibatkan tanaman mati karena membusuk. Menurut Jansen,pada budidaya porangdiperlukan sistem drainase yang baik sehingga air tidak menggenang.Tanaman porang tumbuh baik pada tanah dengan pH netral (pH:6-7).

Naungan

Tanaman porang mempunyai sifat khusus yaitu toleran terhadap naungan antara 40%-60%, oleh karena itu dapat ditumpangsarikan dengan tanaman keras (pepohonan). Di Indonesia, porang banyak tumbuh liar di pekarangan atau di pinggiran hutan, di bawah naungan pepohonan lain.

Di wilayah Perum Perhutani Unit I dan II di Jawa Tengah dan Jawa Timur, tanaman porang dikembangkan di kawasan hutan industri di bawah tegakan pohon jati, sonokeling, atau mahoni. Pada kondisi tumpangsari tersebut jarak tanam yang dianjurkan adalah 90 cm x 90 cm, sehingga populasinya sekitar 5.000-9.000 tanaman/ha, tergantung jarak tanam tanaman pokok dan tingkat penutupan kanopi tanaman. Terdapat perbedaan pendapat tentang pengaruh intensitas naungan terhadap produktivitas ubi.

Pada penyinaran penuh terjadi nekrosis dan tepi daun menggulung sampai ujung daun yang mengakibatkan penurunan hasil ubi hingga 25%. Gejala/kerusakan daun tersebut tidak terjadi pada naungan 25%, 50% dan 75%. Kondisi ternaungi secara nyata akan mengurangi jumlah daun, panjang tangkai daun dan rachis.

Kelembaban tanah

Kelembaban tanah tidak berpengaruh terhadapperkecambahan (sprouting) ubi, namun berpengaruh terhadappertumbuhan dan perkembangan tunas. Apabila kelembaban tanahsepanjang periode pertumbuhan tercukupi, tanaman porang akanmenghasilkan ubi yang besar. Menurut Jansen, curah hujanantara 1000-1500 mm/tahun adalah optimal untuk pertumbuhan

tanaman porang. Pada daerah dengan musim hujan kurang dari empat bulan, untuk menghasilkan ubi secara optimum diperlukan penambahan air irigasi.

Penurunan berat kering bibit ubi yang lebih besar pada kondisi sering diairi dibanding kondisi tidak diairi, hal ini menunjukkan bahwa persediaan karbohidrat yang ada di bibit ubi tidak mudah dimanfaatkan dalam proses metabolisme pada kondisi persediaan air terbatas. Rasio berat kering anakan ubi terhadap bibit ubi pada pengairan dengan interval 1, 3, 5, 7 dan 15 hari berturut turut adalah 6,1, 1,1, 0,6, 0,4, dan 0,2.

Apabila kandungan air kurang dari 40% kapasitas lapang, maka akar akan lebih cepat kering dibandingkan pada kondisi normal. Tanaman masih dapat mentolerir kondisi tercekam kekurangan air selama 30-60 hari, namun apabila lebih dari periode tersebut, akan mengurangi hasil ubi. Konservasi kelembaban dengan cara pemberian mulsa, mendorong perkecambahan bibit ubi, pembentukan kanopi lebih besar, tinggi tanaman, dan hasil ubi yang lebih tinggi. Hasil ubi porang pada kondisi diberi pengairan irigasi permukaan mencapai 40 t/ha, sementara pada kondisi tadah hujan hanya 25 t/ha.

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar