Padi Gogo Toleran Naungan di Sela Tanaman Perkebunan

Budidaya padi di lahan kering sebagai tanaman tumpang sari dengan tanaman perkebunan dan hutan tanaman industri memiliki potensi yang besar untuk mendukung peningkatan produksi beras nasional. Untuk itu dibutuhkan varietas unggul padi gogo yang toleran naungan yang bisa tetap berproduksi tinggi dalam kondisi intensitas cahaya yang rendah.

Hingga saat ini varietas unggul padi toleran naungan yang tersedia masih sangat terbatas. Upaya perbaikan sifat toleran naungan pada padi gogo telah dilakukan oleh Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) dengan memanfaatkan berbagai sumber daya genetik antara lain varietas unggul yang sudah ada, varietas lokal, dan galur-galur introduksi dari luar negeri.

Varietas unggul padi gogo yang toleran naungan dan memiliki sifat-sifat unggul lainnya seperti hasil tinggi, tahan penyakit blas, toleran kekeringan dan toleran keracunan aluminium.

Seleksi terhadap galur-galur yang toleran naungan dilakukan baik secara artifisial menggunakan paranet dan juga dilakukan di lahan target dengan menanam padi di bawah tegakan tanaman tahunan. Hasil dari program pemuliaan tersebut diperoleh beberapa galur harapan yang potensial untuk dilepas sebagai varietas unggul baru padi gogo.

Hasil dari program pemuliaan tersebut diperoleh beberapa galur harapan yang potensial untuk dilepas sebagai varietas unggul baru padi gogo. Uji adaptasi dilakukan terhadap galur-galur harapan toleran naungan di delapan lokasi yang mewakili lahan di bawah tegakan dan lahan terbuka.

Diantara galur-galur harapan yang diuji, dua galur yaitu B12056F-TB-1-29-1, dan B12480D-MR-7-1-1 berhasil disetujui untuk dilepas sebagai varietas unggul baru padi gogo toleran naungan masing-masing dengan nama Rindang 1 dan Rindang 2.

Galur B12056F-TB-1-29-1 memiliki rata-rata hasil 4.62 ton, potensi hasil 6.97 ton/ha, toleran naungan, tahan terhadap penyakit blas ras 001, 041, 033 dan 173, toleran terhadap keracunan Al, berespon moderat terhadap kekeringan, dan memiliki tekstur nasi pera.

Sementara itu, galur B12480D-MR-7-1-1 memiliki rata-rata hasil 4.20 ton/ha, potensi hasil 7.39 ton/ha, berespon moderat terhadap naungan, sangat toleran terhadap keracunan aluminium, tahan terhadap penyakit blas dan memiliki tekstur nasi pulen.

Balitbangtan sudah melepas varietas unggul padi gogo sejak lima tahun terakhir tahun 2011-2016. Varietas padi gogo yang sudah dilepas, Inpago 7 (2011), Inpago 8 (2011), Inpago 9 (2012), Inpago 10 (2014), Inpago 11 Agritan (2015), Inpago 12 Agritan (2016).

Varietas Inpago 12 Agritan merupakan hasil persilangan dari Selegreng/Ciherang//Kencana Bali dengan potensi hasil 10,2 t/ha dengan rata-rata hasil 6,7 t/ha. Umur tanaman ± 111 hari dengan kadar amilosa ±22,8%. Keunggulan varietas ini tahan rebah dengan kerontokan sedang, berespon moderat terhadap keracunan Al dan kekeringan. Selain itu, tahan terhadap penyakit blas ras 033 dan 073, agak tahan terhadap ras 133, 001, 013, 023, 051 dan 101, rentan blas ras 173 dan 041. Anjuran tanam lahan kering subur dan lahan kering masam dataran rendah sampai 700 m dpl.

Varietas padi gogo Inpago 11 Agritan memiliki potensi hasil 6,01 t/ha dengan rata-rata hasil 4,11 t/ha. Umur tanaman  ± 111 hari dengan kadar amilosa ± 21,35%. Berespon moderat terhadap kekeringan pada fase vegetatif, peka keracunan Al 60 ppm, cocok ditanam di lahan keringan dataran rendah sampai 700 m dpl, tahan blas ras 033, agak tahan blas ras 073 dan 133, tahan HDB strain III dan agak tahan HDB strain VIII.

Varietas Inpago 10 memiliki potensi hasil 7,3 t/ha dengan rata-rata hasil 4,0 t/ha . Umur tanaman  ± 115 hari dengan kadar amilosa ± 25,0%. Agak rentan kekeringan dan keracunan Al 60 ppm, cocok ditanam di lahan keringan dataran rendah sampai < 700 m dpl.

Varietas padi gogo Inpago 9 memiliki potensi hasil 8,4 t/ha dengan rata-rata hasil 5,2 t/ha . Umur tanaman  ± 109 hari dengan kadar amilosa ± 22,3%. Agak toleran kekeringan dan keracunan Al 60 ppm, cocok ditanam di lahan subur, agak tahan blas ras 133, 033, 073, agak tahan HDB patotipe III dan agak tahan wereng batang coklat biotipe 1.

Varietas Inpago 8 memiliki potensi hasil 8,1 t/ha dengan rata-rata hasil 5,2 t/ha . Umur tanaman  ± 119 hari dengan kadar amilosa ± 22,3%. Toleran kekeringan dan agak toleran keracunan Al dan Fe, agak rentan wereng batang coklat, tahan penyakit blas ras 073, 173, 033,133, dan cocok ditanam di lahan keringan dataran rendah sampai sedang < 700 m dpl.

Varietas padi gogo Inpago 7 memiliki potensi hasil 7,4 t/ha dengan rata-rata hasil 4,6 t/ha . Umur tanaman  ± 111 hari dengan kadar amilosa ± 20,3%. Agak rentan kekeringan dan rentan keracunan Al, agak tahan wereng batang coklat biotipe 1 dan 2, agak rentan biotipe 3, tahan penyakit blas ras 133 dan agak tahan ras 073, 173, 033. Cocok ditanam di lahan keringan dataran rendah sampai sedang < 700 m dpl.

Varietas unggul padi gogo tersebut diharapkan dapat menambah pilihan kepada petani di lahan kering dalam memanfaatkan lahan kosong maupun di bawah tegakan tanaman perkebunan. (AH/FZP)

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar