Mengendalikan Hama Penyakit Padi dengan Pestisida Nabati

Pestisida nabati adalah jenis pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan/atau bahan organik lainnya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama dan penyakit pada tanaman. Pestisida ini tidak meninggalkan residu yang berbahaya pada tanaman maupun lingkungan serta dapat dibuat dengan mudah menggunakan bahan yang murah dan peralatan yang sederhana.

Bahan kimia yang dapat membunuh serangga yang diperoleh dari ekstrak tanaman seperti tembakau, akar tuba merupakan bahan yang sudah dikenal sejak lama sebagai pembunuh serangga. Hama yang terkenal menyerang tanaman padi adalah hama penggerek batang dan wereng.

Sebagai contoh pestisida nabati untuk mengendalikan penyakit kresek dengan agen biologis berupa Coryne bacterium. Coryne bacterium dapat dikembangkan dengan cara merebus air kentang sebanyak 20 liter ditambah gula dan Decomposer Bsa. Bakteri “Coryne bacterium” dapat melawan “Xanthomonas campestris pv oryzae “ (bakteri penyebab penyakit kresek). Bakteri Coryne mempunyai sifat “patogen”, dapat menekan serangan dan mengurangi kerusakan lebih dari 80%. Untuk menumpas hama penggerek batang yang diperlukan adalah bakteri Tryclogramma spp (agen hayati parasitoid). Dan untuk jamur tumbuhan di pakai bakteri Trychoderma sp.

Penggunaan pestisida nabati tidak berbahaya bagi kelangsungan hidup musuh alami. Sehingga untuk menekan populasi hama wereng batang cokelat, semua jenis laba-laba dan jenis kumbang predator dibiarkan hidup untuk menjaga keseimbangan populasi dan ekosistem.

Pestisida nabati yang digunakan untuk mengendalikan wereng hijau (insektisida nabati) berasal dari beberapa jenis tanaman misalnya mimba, sambilata (Mariappan dan Saxena, 1983; Widiarta dkk., 1997). Tanaman mimba dan sambiloto memiliki daya kerja yang efektif, ekonomis, aman, mudah didapat dan ramah lingkungan. Zat-zat racun yang ada di dalam tanaman mimba bermanfaat untuk insektisida, repelen, akarisida, penghambat pertumbuhan, neumatisida, fungisida, dan anti virus. Racun tersebut sebagai racun perut dan sistemik. Mimba memiliki efek anti serangga dengan azadirachtin sebagai komponen yang paling paten.
Aplikasi pestisida di lapangan dapat menekan populasi hama penyakit yang berarti akan mengurangi kecepatan penyebaran virus.

Prinsip utama dalam pengendalian penyakit tungro adalah membuat tanaman terhindar dari serangan penyakit tungro. Rata-rata serangan penyakit tungro pada saat tanaman padi dalam stadia rentan (fase vegetatif) terhadap penyakit tungro. Penyemprotan pestisida dapat menekan populasi wereng hijau yang berarti dapat mengurangi penyebaran virus.
Kekahawatiran akan dampak negatif pemanfaatan pestisida anorganik menyebaban pestisida nabati mulai diminati oleh petani, mengingat semakin tingginya harga pestisida kimiawi. Selain itu, gerakan go-organic yang terus digaungkan menarik minat petani.

Pestisida nabati adalah solusi terbaik untuk membasmi hama secara mudah dan murah. Selain karena harganya murah, pestisida alami juga aman bagi keselamatan lingkungan (ekosistem). (RHP/AG/UJ)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar