NASA 29 bertongkol ganda dan Target 2018 Tidak Impor Jagung

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menghadiri Hari Pangan Sedunia (HPS) 2016 di Kompleks Pemerintah Kabupaten Boyolali, Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah (29/10/16). Dalam acara tersebut Presiden  mengungkapkan bahwa pangan merupakan salah satu era kompetisi antar negara selain air dan energi. Indonesia negara yang subur sehingga dapat mempersiapkan kedaulatan persediaan pangan nasional.

“Negara kita negara besar dan subur tapi tahun lalu beras, kedelai, jagung, buah-buahan, gula masih impor, namun Presiden optimis dengan kerja keras dan semangat perubahan yang tinggi maka kedaulatan pangan nasional akan terwujud,” ujar Presiden.

Selain itu, Presiden menekankan pentingnya strategi ke depan guna meningkatkan semangat petani terus menanam, terutama tanaman jagung yang masih impor walaupun sudah menurun sekitar 60%.

Dalam kesempatan ini Presiden Joko Widodo berkesempatan meninjau area tanaman jagung dan memberikan nama pada varietas unggul baru jagung dengan nama “NASA (Nakula Sadewa) 29”. NASA 29 merupakan jagung varietas bertongkol ganda memiliki potensi hasil sampai 13 ton/ha, satu batang dua tongkol Nakula dan Sadewa.

 “Kunci utama dalam meningkatkan produksi bahan pangan terutama jagung adalah menghasilkan benih dengan kualitas terbaik/unggul, walaupun dengan luas lahan yang sama bisa menghasilkan dua kali lipat,” ujar Presiden.

Presiden yang didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa secara bertahap akan mengurangi impor jagung dan target pada tahun 2018 sudah tidak impor jagung.

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar