Tantangan Pembangunan Pertanian ke Depan, Renstra 2015-2019 Puslitbangtan Harus Mampu Menjawabnya

Ketersediaan lahan dan air merupakan dua tantangan besar untuk pembangunan pertanian kedepan, baik secara nasional maupun internasional. Lahan pertanian tanaman pangan khusunya semakin menyusut dengan laju konversi lahan pertanian ke pemanfaatan lain sebanyak 100.000 ha/tahun. Demikian pula air semakin lama semakin terbatas akibat alih fungsi hutan serta perubahan iklim global. Oleh karena itu pembangunan pertanian, terutama pertanian tanaman pangan perlu diarahkan ke peningkatan produktivitas di lahan subur, seperti di Jawa, dan perluasan areal ke lahan sub optimal di luar Jawa.  Potensi lahan sub optimal seluas 15 juta ha tersebar di lahan kering, kering masam, lebak, gambut, dan pasang surut. Lahan-lahan suboptimal ini yang menjadi tantangan kita untuk memanfaatkan untuk meningatkan produksi tanaman pangan dengan baik melalui inovasi teknologi.  Demikian cuplikan arahan Kepala Balitbangtan, Dr. Haryono, pada Rapat Kerja Puslitbang Tanaman Pangan di Pare-Pare, 27 Februari lalu.

Lebih lanjut Kepala Balitbangtan menekankan pentingnya bekerja keras dan cerdas dalam menyusun Renstra 2015 – 2019. Beberapa hal yang beliau garis bawahi diantaranya adalah UPBS Lingkup Puslitbang Tanaman Pangan harus dibangun menjadi UPBS high profile, termasuk UPBS Lolit Tungro yang saat ini masih belum tersertifikasi SMM. Tidak hanya itu, Puslitbang Tanaman Pangan diharapkan menjadi pioneer sistem pertanian bioindustri berkelanjutan modern yang merujuk SIPP 2013-2045, yaitu sebagai pengemban misi sebuah sistem pertanian yang kembali ke alam, bercirikan zero waste, pemanfaatan biomassa, dan ramah lingkungan. Untuk itu Puslitbang Tanaman Pangan perlu membuat building block rancangan model pertanian pangan dengan cakupan area yang lebih luas dan impact recognition yang lebih besar.

Rapat kerja yang berlangsung selama tiga hari (26-28 Februari 2014) tersebut diikuti oleh pejabat struktural lingkup Puslitbang Tanaman Pangan, profesor riset, peneliti, dan staf terkait. Rencana strategis litbang tanaman pangan 2015-2019 serta rencana kerja 2015 merupakan dua topik bahasan utama pada raker kali ini. Disamping itu dihadirkan pula sejumlah narasumber dari luar lingkup litbang tanaman pangan seperti dari Direktorat Budidaya Serealia, Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian, serta BPATP untuk memaparkan isu-isu penting seputar program pengembangan komoditas tanaman pangan, sosialisasi peraturan baru, serta HKI dan komersialisasi inovasi. (MWT/NAS)

 

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar