Perbanyakan Wereng Hijau (Nephotettix virescens Distant)

Perbanyakan (rearing) wereng hijau dari beberapa koloni telah dilakukan di rumah kaca (green house) Lolittungro secara terus-menerus. Ketersediaan generasi wereng hijau yang seragam pada setiap stadia (nimfa atau imago) sangat diperlukan untuk berbagai kegiatan penelitian baik tingkat rumah kaca, semi lapang (screen house) maupun lapangan. Beberapa percobaan seperti uji penularan virus tungro untuk melihat patogenisitas  dan virulensi virus tungro, ketahanan galur atau varietas terhadap tungro, uji preferensi dan adaptasi wereng hijau terhadap berbagai varietas, uji efisiensi penularan virus tungro dari berbagai koloni wereng hijau, uji variasi koloni wereng hijau dan variabilitas virus tungro dan masih banyak percobaan yang lain yang berkaitan dengan penyakit tungro sangat memerlukan ketersediaan wereng hijau dalam jumlah besar. Teknik dan proses perbanyakan wereng hijau selalu diperbaiki seiring dengan permasalahan yang muncul ketika perbanyakan berlangsung.

Perbanyakan wereng hijau dimulai dengan koleksi koloni wereng hijau dari lapangan di beberapa daerah endemis tungro. Sebanyak 4-5 pasang imago wereng hijau dimasukkan ke dalam tabung peneluran yang di dalamnya sudah diisi dengan bibit tanaman padi (varietas TN1) umur 10 hari setelah semai (HSS) sebagai pakan dan media peneluran. Bibit tanaman selanjutnya dipindahkan ke dalam kurungan yang lebih besar di rumah kaca. Setelah muncul nimfa pada bibit tanaman tersebut, ditambahkan pakan baru berupa bibit tanaman TN1 yang berumur 14 HSS. Penggantian pakan dilakukan secara terus-menerus hingga terbentuk wereng hijau dewasa. Setelah muncul wereng hijau dewasa, diambil 4-5 pasang dan dimasukkan ke dalam kurungan baru untuk peneluran dan membentuk generasi yang baru. Proses penambahan dan penggantian pakan dilakukan seperti pada kurungan yang pertama sehingga diperoleh beberapa generasi yang seragam dari setiap kurungan. Pemeliharaan dilakukan dengan selalu menjaga kelembaban dengan penyiraman air pada kurungan dan lantai rumah kaca serta mengontrol adanya predator seperti laba-laba, semut dan serangga lain.

Sumber: Loka Penelitian Penyakit Tungro

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar