Kultur Teknis untuk Pengendalian Hama Kutu Kebul pada Tanaman Kedelai

Salah satu gangguan dalam meningkatkan produksi kedelai adalah serangan hama kutu kebul Bemisia tabaci Gennadius. Kehilangan hasil akibat serangan hama kutu kebul ini dapat mencapai 80%, bahkan pada serangan berat dapat menyebabkan puso (gagal panen). Perubahan iklim global salah satu pemicu serangan kutu kebul pada tanaman kedelai. Salah satu dampak perubahan iklim global adalah meningkatnya suhu bumi. Peningkatan suhu di bumi akan berakibat juga meningkatnya populasi hama dan salah satunya adalah kutu kebul pada tanaman kedelai. Cuaca yang panas mendorong peningkatan populasi hama. Beberapa faktor budidaya petani yang sering menimbulkan masalah hama: (a) Keragaman waktu tanam. Waktu tanam yang tidak seragam sering menimbulkan masalah hama karena stadia pertumbuhan yang dikehendaki hama selalu ada, (b) Keragaman benih: sukses tidaknya usaha tani kedelai salah satunya tergantung pada benih, terutama benih yang mempunyai daya tumbuh dan kesehatan benih (bebas hama dan penyakit), (c) Keragaman ketersediaan air: kerusakan tanaman akibat serangan hama akan semakin parah jika terjadi kekurangan air, (d) Keragaman kondisi kesuburan tanah. Tanaman yang tumbuh pada tanah kurang subur kurang, (e) Keragaman tingkat pengendalian hama dan penyakit, yang biasanya pengendalian masih bersifat individu dan bukan atas dasar musyawarah kelompok.

Sebagian besar pengendalian hama kutu kebul pada tanaman kedelai di tingkat petani sampai kini masih mengandalkan insektisida, namun demikian masih sering kali gagal dalam pelaksanaannya. Pengendalian hama kutu kebul dapat dilakukan dengan berlandaskan strategi penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Prinsip operasional yang digunakan dalam pelaksanaan PHT salah satunya adalah: Budidaya tanaman sehat. Tanaman yang sehat mempunyai ketahanan ekologi yang tinggi terhadap gangguan hama. Pengendalian kultur teknis merupakan tindakan preventif, dilakukan sebelum serangan hama terjadi dengan sasaran agar populasi tidak meningkat sampai melebihi ambang kendalinya. Pengendalian hama kutu kebul secara kultur teknis dapat dilakukan dengan cara: (a) menanam kedelai lebih awal, (b) pemilihan varietas yang toleran, (c) tanaman penghalang jagung di antara kedelai, (d) sistem pengairan yang teratur, pengairan curah (Springkler) efektif mengurangi intensitas serangan kutu kebul, (e) pergiliran tanaman bukan inang, dan (f) sanitasi. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengendalian secara bercocok tanam perlu dipadukan dengan teknik-teknik pengendalian hama lainnya sesuai dengan prinsip-prinsip PHT.

Sumber: Marwoto (Balai PenelitianTanaman Aneka Kacang dan Umbi)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar