Teknologi Produksi Ubikayu Mendukung Ketahanan Pangan dan Agroindustri


Sebagai sumber karbohidrat tanaman ubikayu banyak digunakan sebagai bahan pangan, pakan maupun bahan baku industri. Meningkatnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menipisnya persediaan bahan bakar asal fossil juga telah mendorong Pemerintah untuk mencari dan mengembangkan sumber energi terbarukan antara lain bioetanol dengan bahan baku umbi ubikayu. Sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya industri peternakan maupun industri kimia lain, serta transportasi di masa mendatang kebutuhan ubikayu diperkirakan akan meningkat tajam. Data lima tahun terakhir menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan produksi ubikayu lebih banyak dipacu oleh peningkatan produktivitas dibanding peningkatan luas panen. Pada tahun 2009 rata-rata produksi ubikayu sekitar 18,2 t/ha, masih jauh dibanding potensi hasil beberapa varietas unggul yang mencapai 40-50 t/ha. Untuk mendukung program ketahanan pangan dan pengembangan agroindustri, Kementrian Pertanian telah mencanangkan program peningkatan produksi ubikayu melalui perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas. Program tersebut perlu didukung pihak-pihak terkait termasuk penyediaan teknologi produksi yang produktif dan efisien. Meskipun masih diperlukan penelitian untuk mendapatkan teknologi produksi yang lebih maju, namun pada saat sekarang telah tersedia teknologi produksi yang cukup handal meliputi: varietas unggul ubikayu dengan berbagai karakter, teknologi perbanyakan bibit, penyiapan lahan, pengaturan populasi tanaman dan pemupukan serta sistem pola tanam baris ganda ubikayu dengan tanaman jagung dan kacang-kacangan yang mampu meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan petani.

Kata kunci: teknologi produksi, ubikayu
Sumber: Prof. Dr. Nasir Saleh

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar