Pengendalian Penyakit Karat pada Kedelai dengan Ekstrak dan Minyak Cengkeh



Penyakit karat¬ yang disebabkan oleh¬ cendawan Phakopsora pachyrhizi merupakan penyakit penting pada kedelai,¬ biasanya menyerang daun kedelai selama fase generatif. Penyakit tersebut telah tersebar luas di seluruh dunia, dan dapat menyebabkan kehilangan hasil yang bervariasi dari 10 ‚Äď 90%, tergantung¬ varietas, dan agroklimat setempat. Makalah ini membahas pengendalian penyakit karat dengan ekstrak dan minyak cengkeh, yang meliputi efektivitas ekstrak cengkeh dalam menghambat perkembangan penyakit karat,¬ interval waktu penyemprotan minyak cengkeh, serta konsentrasi dan saat awal penyemprotan minyak cengkeh.¬ Hasil penelitian di tingkat rumah kaca, menunjukkan bahwa ekstrak cengkeh lebih efektif daripada bawang merah, sirih, tembakau, mimba, dan tanpa bahan nabati.¬ Penyemprotan ekstrak cengkeh ke daun-daun kedelai dapat menghambat perkembangan penyakit karat sampai 96%, dan mencegah kehilangan hasil sampai 58% dibandingkan tanpa bahan nabati.¬ Selain itu penggunaan minyak cengkeh¬ yang disemprotkan dengan interval waktu sampai seminggu sekali, dapat menghambat perkembangan penyakit karat sampai 89%.¬ Sementara hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa penyemprotan minyak cengkeh sampai seminggu sekali dapat menghambat perkembangan penyakit karat sampai 42%. Penyemprotan minyak cengkeh yang dimulai pada umur tanaman 7 minggu lebih efektif daripada 8 minggu, dan dapat menghambat perkembangan penyakit karat sampai 50%.¬ Penyemprotan minyak cengkeh dengan konsentrasi 2-3 ml/l air relatif lebih efektif daripada 1 ml/l air.

Sumber: Ir. Sumartini, MS

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar