Penggunaan Sistem Pakar Tanaman Pangan


Sistem Pakar (Expert system) adalah sebuah program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar (human expert). Tujuan dari sebuah sistem pakar adalah untuk mentransfer kepakaran yang dimiliki seorang pakar ke dalam komputer, dan kemudian kepada orang lain (nonexpert dan expert lainnya).

Kemampuan kepakaran: (1) dapat mengenali (recognizing) dan merumuskan masalah; (2) menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat; (3) menjelaskan solusi; (4) belajar dari pengalaman; (5) restrukturisasi pengetahuan; (6) menentukan relevansi/hubungan; (7) memahami batas kemampuan.

Alasan mendasar mengapa ES perlu dikembangkan? (1) jumlah pakar terbatas dibandingkan permasalahan; (2) dapat menyediakan kepakaran setiap waktu dan di berbagai lokasi; (3) secara otomatis mengerjakan tugas-tugas rutin yang membutuhkan seorang pakar; (4) seorang pakar akan pensiun atau pergi; (5) seorang pakar adalah mahal.

Peningkatan produksi tanaman pangan, khususnya padi, jagung dan kedelai di Indonesia dapat tercapai secara cepat, efektif dan efisien serta ramah lingkungan apabila teknologi yang diterapkan “ampuh”, sesuai dengan karakteristik lingkungan (biotik, abiotik, kondisi sosial/ekonomi, pasar dsb), pengelolaan yang tepat sesuai dengan kemampuan/kemauan petani setempat atau dikenal dengan spesifik lokasi. Di lain pihak, kondisi dan permasalahan lingkungan di atas sangat kompleks, faktor internal tanaman (varietas) yang beragam, teknologi yang banyak namun kurang dimanfaatkan. Cara menggabungkan permasalahan dan pemecahan melalui penyusunan sistem pakar diharapkan akan sangat membantu dalam peningkatan produktivitas, produksi dan pendapatan dari usahatani tanaman pangan, khususnya tanaman padi, jagung dan kedelai. Dalam seminar ini akan disajikan penggunaan sistem pakar padi (SIPADI), sistem pakar jagung (SIPAJA) dan sistem pakar kedelai (SIPALE) beserta keunggulan, kelemahan dan perlu pengembangannya.

Sumber: Ikhwani, A. Hamdani dan A. Karim Makarim

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar