Pengaturan Jarak Tanam dan Teknik Ubinan

Pencapaian target produksi padi nasional memerlukan cara budidaya yang baik, yang salah satunya adalah melalui pengaturan jarak tanam. Disadari ataupun tidak, jarak tanam ini menentukan produktivitas tanaman padi melalui pengaruhnya terhadap kuantitas (jumlah rumpun tanaman per ha), dan kualitas pertumbuhan individu/rumpun tanaman di lapang.

Kombinasi antara pertimbangan ilmiah (untuk mencapai hasil terbaik/tertinggi, dan pertimbangan teknis (mudah, murah dan sesuai keinginan petani) menyebabkan terjadinya keragaman penerapan jarak tanam di lapang. Jarak tanam dari berbagai ukuran  mulai dari tegel 20 cm x 20 cm; 25 cm x 25 cm; 27,5 cm x 27,5 cm; 30 cm x 30 cm hingga pola jajar legowo dengan berbagai variasinya kini banyak diterapkan di lapang.

Ubinan adalah luasan yang umumnya berbentuk empat persegi panjang atau bujur sangkar (untuk mempermudah perhitungan luas) yang dipilih untuk mewakili  suatu hamparan pertanaman yang akan diduga produktivitasnya (hasil tanaman per hektar tanpa pematang), dengan cara menimbang hasil (kg/ubinan) dikali faktor (10.000 m2 dibagi luas ubinan (m2)). Ubinan yang benar dicirikan dengan apabila ubinan diperbanyak secara bersambung ke kanan-kiri atau depan-belakang (pada pertanaman berjarak tanam beraturan), maka jumlah rumpun tanaman/populasinya akan merupakan kelipatan dari jumlah rumpun dalam ubinan semula.

Berbagai orientasi pertanaman dan jarak tanam yang sering dipraktekkan petani di lapang memiliki dasar pertimbangan ilmiah, ekonomi, kepraktisan, kekonsistenan/ pola beraturan dan estetika. Disarankan ukuran ubinan terbaik yang bervariasi dengan jarak tanam memiliki konversi hasil ubinan (kg/luas ubinan) ke hasil gabah per hektar (kg/ha) tertentu seperti disajikan sebagai berikut:




 

 Sumber: Prof. Dr. Abdul Karim Makarim

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar