Pelandaian Produksi Padi pada Lahan Sawah Irigasi dengan Pemupukan Intensif NPK

Pelandaian produksi padi pada lahan sawah irigasi dengan pemupukan intensif NPK. Penelitian bertujuan untuk: (1) mengetahui respon padi terhadap  variasi pemberian pupuk NPK dan (2) Menentukan kebutuhan pupuk spesifik varietas berdasarkan hasil padi. Perlakuan disusun berdasarkan rancangan Split Plot dengan 4 ulangan. Petak utama adalah pemupukan, terdiri dari 6 kombinasi perlakuan pupuk yaitu kontrol (tanpa pupuk), +N, +PK, +NP, +NK, dan +NPK masing-masing dengan luas petak 6,5 x 12 m. Dosis pupuk yang digunakan adalah 140 kg N/ha, 25 kg P/ha, dan 100 kg K/ha. Pupuk diberikan tiga kali, 1/3 dosis N diberikan sebagai pupuk dasar bersama seluruh pupuk P dan ½ dosis pupuk K, 1/3 dosis N diberikan sebagai pupuk susulan pada saat abakan produktif (28 – 35 hst) dan 1/3 dosis N bersama ½ dosis K sisanya diberikan saat primordia bunga. Anak petak adalah varietas yaitu IR 64 (padi Inbrida) dan Maro (padi Hibrida). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Varietas padi mempunyai respon yang sangat nyata terhadap pemupukan Nitrogen, dengan efisiensi agronomi masing-masing 11.8 kg gabah/ 1 kg Urea untuk IR64 dan 11.4 kg gabah/ 1 kg Urea untuk Maro, (2). Dengan kondisi tanah Ultisol Sukamandi, nitrogen masih merupakan faktor pembatas pertumbuhan dan hasil padi, diikuti oleh Phosphor dan Kalium, (3). Penambahan 25 kg P/ha meningkatkan hasil hingga 3% untuk IR64 dan 15% untuk Maro, yang lebih banyak disebabkan karena peningkatan jumlah anakan produktif, dan (4) Respon padi terhadap penambahan 100 kg Kalium per ha tidak nyata baik untuk IR64, Maro maupun BP360. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keseimbangan hara NPK antara kebutuhan tanaman dan jumlah hara yang tersedia, baik alami maupun dari pemupukan, merupakan faktor utama yang berpengaruh terhadap hasil dan dinamika hara tanah.

Sumber: Zuziana Susanti

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar