Ketahanan Varietas Padi Terhadap Wereng Coklat

Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal.) merupakan salah satu hama utama padi. Pertanaman padi di lapangan yang terserang wereng coklat  akan menjadi layu, kering dan pada serangan berat dapat menyebabkan puso, oleh karena itu diupayakan pengendaliannya. Beberapa cara yang dilakukan untuk mengendalikannya di antaranya dengan menggunakan varietas padi tahan wereng coklat. Pengendalian dengan menggunakan varietas tahan didasarkan pada sifat ketahanan tanaman terhadap hama yaitu preference/nonpreference (antixenosis), antibiosis dan tolerance. Untuk mendapatkan varietas padi tahan dilakukan penelitian dengan menguji atau skreening galur-galur/ varietas padi. Skreening dilakukan pada galur-galur padi dari observasi, uji daya pendahuluan (UDHP), uji daya lanjutan (UDHL), galur harapan (GH) dan galur uji multilokasi (UML) padi tipe baru dan padi rawa. Untuk lebih dapat meyakinkan sifat ketahanan, pada galur yang tahan dilakukanlah pengamatan perkembangan populasi. Beberapa galur PTB yang agak tahan wereng coklat biotipe 3sm yaitu : B11252B-Pn-3-2-1-1-2 ; B11007E-Mr-3-2-Pn-2-1 dan B10543F-Kn-17-1. Sedang galur padi rawa yang agak tahan wereng coklat biotipe 3sm yaitu : B9858D-KA-55, IR70213-9-CPA-12-UBN-2-1-3-1 dan IR70215-2-CPA-2-1-UBN-1-2 serta galur  yang tahan terhadap wck biotipe 3sm dan agak tahan biotipe 2 yaitu IR70181-5-PM 1-1-2-B-1. Reaksi varietas padi di lapangan terhadap populasi wereng coklat setelah beberapa tahun dapat berubah seperti yang ditemui di Klaten semula IR 64 tahan kemudian berubah agak tahan. . Untuk mengetahui perkembangan sifat fisiologi wereng coklat terhadap varietas unggul yang dilakukanlah pengamatan terhadap daya makan dan fekunditasnya, pada varietas tahan wereng colat lebih sedikit mengisap cairan tanaman dan telur yang diletakkan juga diproduksi lebih sedikit  dibanding varietas rentan.

Sumber: Arifin Kartohardjono, Buang Abdullah, Endang Sri Ratna

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar