Mentan SYL : Food Estate Kalimantan Tengah harus Mendukung Peningkatan Ekspor Nasional

Ketersediaan pangan merupakan sektor utama yang perlu mendapat perhatian lebih dalam mendukung terciptanya ketahanan nasional. Di tahun 2020, tantangan penyediaan pangan penduduk menjadi lebih besar terlebih dengan adanya pandemi Covid-19. Situasi ini menimbulkan terjadinya pelambatan ekonomi global yang menyebabkan terhambatnya distribusi pangan akibat adanya pembatasan operasional transportasi maupun pembatasan/penundaan ekspor dari berbagai negara. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah RI merespons dengan melakukan terobosan perluasan lahan pangan skala luas (food estate) di lahan rawa Kalimantan Tengah untuk menopang ketahanan pangan nasional.

Terkait itu, untuk memastikan ketersediaan pangan nasional, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kunjungan ke lokasi Center of Excellence Food Estate di Desa Belanti Siam, Pandih Batu, Pulang Pisau pada Rabu, (16/12/2020). Pada kesempatan tersebut, Mentan SYL menyampaikan bahwa lokasi Center of Excellence seluas 1000 hektar yang dikelola Badan Litbang Pertanian mampu menjadi percontohan dalam pengelolaan Food Estate secara nasional. Berbagai Inovasi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian diharapkan dapat menjadi pengungkit peningkatan produksi di Desa Belanti Siam.

Lebih jauh, Mentan mengatakan bahwa keberhasilan pelaksanaan Food Estate juga perlu melibatkan berbagai stakeholder dengan memperhatikan sektor hilir. "Sesuai arahan Presiden, lokasi Food Estate ini harus dapat menjadi percontohan di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan kerja keras dan sinergi dari semua pihak. Tidak hanya memperhatikan sektor on-farm saja melainkan juga off-farm, mulai dari kualitas beras hingga packaging," ujarnya menjelaskan.

Di akhir kunjungan, Mentan menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan Food Estate harus tetap berorientasi terhadap peningkatan ekspor secara nasional melalui peningkatan kualitas sektor pascapanen. "Beras yang berkualitas sangat ditentukan bagaimana kegiatan pascapanen hingga packaging beras, sehingga beras-beras dari Belanti Siam dapat diekspor ke luar negeri," pungkasnya. (RPR/HRY)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar