Jagung Hibrida Hasil Karya Anak Bangsa di Ekspor dari Tuban

Bupati Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur Fathul Huda melepas ekspor Jagung hibrida sebanyak 60 ton dari total 1.000 ton benih jagung yang dipesan Negara Thailand, Sabtu (12/12/2020). Salah satu jagung tersebut merupakan hasil inovasi Kementerian Pertanian yakni JH 37. Benih jagung hibrida yang di ekspor adalah benih jagung hasil korporasi dari kecamatan Jatirogo.

Berdasarkan deskripsinya varietas jagung JH 37 merupakan jagung hibrida silang tunggal (Single cross) dan berumur sedang dengan masak fisiologis 99 hst. Varietas yang dilepas tahun 2017 ini memiliki potensi hasil 12,5 ton/ha dan rata-rata hasilnya 10,7 ton/ha pipilan kering pada KA 15%.   

Kabupaten Tuban adalah salah satu kabupaten dijadikan sebagai pilot project secara nasional, lantaran petaninya memiliki kapabilitas, semangat, dan etos belajar yang tinggi terkait teknologi pertanian terbaru.

Dalam sambutannya, Bupati Tuban  mengatakan bahwa mimpinya telah terwujud, Tuban menjadi salah satu sentra lumbung pangan di Jawa Timur dan kini Kabupaten Tuban tidak lagi impor benih jagung, tapi sudah ekspor.

Lebih lanjut Fathul menambahkan bahwa benih jagung yang di ekspor merupakan benih hasil rakitan anak bangsa yang kualitasnya diakui oleh Negara lain. “Menjadi suatu kebanggan bahwa benih jagung ini kualitasnya bukan hanya nasional saja yang mengakui tapi sudah internasional,” tambahnya

Sementara itu, di tempat terpisah Kepala Badan Penelitiann dan Pengembangan Pertanian Dr. Fadjry Djufry bangga atas capaian para peneliti jagung Balitsereal yang benihnya diminati oleh Negara lain.

“Yang di ekspor adalah benihnya, yang sudah pasti mereka tanam, artinya benih jagung hibrida kita sudah diakui kualitasnya oleh Negara lain,” kata Fadjry di Jakarta, Sabtuy (12/12/2020).

Senada dengan Fadjry, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Dr. Priatna Sasmita juga menyampaikan selamat dan bangga kepada pemulia jagung yang kualitas benihnya diakui dan banyak dipesan oleh Negara lain.

“Suatu prestasi yang membanggakan bagi Kementerian Pertanian, bukan hanya dalam negeri saja yang mengakui kualitas akan varitas unggul baru Balitbangtan. Berharap ini menjadi awal bagi komoditas tanaman pangan lainnya yang kualitasnya diakui oleh negara lain,” ujarnya. (Uje/RTPH)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar