Komisi IV DPR RI Apresiasi Giat Hilirasi Teknologi Balitbangtan

Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin mengapresiasi kegiatan pendampingan produksi benih varietas tahan tungro yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Balitbangtan, Kementerian Pertanian yang telah melakukan pengawalan dan pendampingan kepada para petani dalam memproduksi benih padi tahan tungro ini,” ucap Akmal, Jumat (30/10/2020), di rumah salah satu anggota Poktan Sipatokkong di Kelurahan Ta, Kecamatan Tanete, Riattang, Kabupaten Bone. 

Lebih lanjut Akmal menyampaikan bahwa dalam kondisi pandemi seperti ini tidak menyurutkan semangat para petani yang terus berkarya dan menerima segala tantangan terbaru untuk kemajuan pertanian Indonesia.

“Di tengah situasi pandemi, mereka tetap terus semangat menambah wawasannya dalam memproduksi benih padi tahan tungro, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada para petani dan saya bangga,” ucapnya.  

Pada kesempatan yang sama Kepala Loka Penelitian Tungro (Lolittungro) Dr. Fauziah T. Ladja, mewakili Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan), menyampaikan bahwa program pendampingan yang dilakukan oleh Lolittungro kepada petani sangat efektif. 

“Dengan adanya pendampingan ini, musim tanam berikutnya benih yang diperlukan oleh petani adalah benih varietas unggul baru (VUB) yang bermutu. Selain itu, benihnya tahan tungro dan hasilnya tidak diragukan lagi,” papar Fauziah.

Lebih lanjut Fauziah menyampaikan bahwa melalui program ini, petani akan didampingi terus hingga ke proses penyiapan sertifikasi benihnya. Sehingga, lambat laun akan membangun motivasi petani untuk menjadi penangkar benih.

“Kita dampingi hingga ke proses sertifikasi benih, benih yang dihasilkan selain digunakan untuk kelompoknya sendiri, dapat juga komersialkan ke kelompok tani lainnya di sekitar Kabupaten Bone, apabila benihnya sudah bersertifikat,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Balitbangtan Dr. Fadry Djufry menerangkan bahwa program pendampingan ini adalah program utama Kementerian Pertanian. Pada program ini pelaksananya adalah seluruh unit kerja (UK) dan unit pelaksana teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian baik di daerah maupun di pusat.

“Jadi, pada program ini seluruh UK dan UPT lingkup Kementerian Pertanian diberikan tugas untuk melakukan pengawalan dan pendampingan sesuai daerah yang ditetapkan,” terang Fadjry.

Lebih lanjut dikatakan Fadjry bahwa di dalam program ini seluruh UK dan UPT lingkup Kementerian Pertanian harus mampu mendorong percepatan pembangunan pertanian di daerah yang ditugaskan. Salah satunya adalah pendampingan yang dilakukan oleh Lolittungro terhadap petani dalam memproduksi benih varietas tahan tungro.

“Dampak dari pendampingan ini, selain menghasilkan varietas unggul baru yang berdampak pada peningkatan produksi, juga melahirkan penangkar-penangkar baru yang handal,” tambahnya. (Uje/ Tanti)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar