Desa Lompulle, Kabupaten Soppeng Mampu Memproduksi Benih Unggul Secara Mandiri

Sabtu (26/9), Kelompok Tani Massengereng II, Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, panen perdana benih padi varietas Inpari 36 dengan produktivitas 9,6 t/ha. Hasil panen tersebut lebih tinggi 2,2 t/ha dari varietas yang biasa digunakan oleh petani. Sebelumnya petani panen benih padi menggunakan varietas Mekongga dengan hasil paling tinggi 7,4 t/ha.

Acara panen dihadiri oleh Kepala Loka Penelitian Penyakit Tungro (Lolittungro), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Fausiah T. Ladja, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Suhardiman, SP, MMA, Koordinator BPP Kecamatan Ganra, H. Alimuddin, SP, Kepala Desa Lompulle serta PPL dan Kelompok Tani Kecamatan Ganra.

Kegiatan panen ini merupakan rangkaian akhir dari kegiatan pendampingan oleh Lolittungro sejak bulan Juni 2020. Kegiatan pendampingan dilakukan untuk mengatasi masalah para petani di Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng terkait dengan kelengkaan benih bersertifikat setiap awal musim tanam. Pendampingan kelompok tani menjadi penangkar benih telah mampu memproduksi benih unggul secara mandiri, sekaligus mendorong menjadi calon wirausaha baru.

Dalam sambutannya Fausiah T. Ladja menyampaikan bahwa tujuan kegiatan pendampingan untuk mewujudkan Desa Mandiri Benih (DMB). Diharapkan petani di Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan benih padi bersertifikat pada setiap musim tanam.

“Hasil dari pendampingan teknologi produksi benih, saat ini petani sudah bisa memproduksi benih sendiri, selanjutnya petani di Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng sudah bisa dikatakan mandiri dalam mengatasi ketersediaan benih. Benih tersebut telah didaftarkan sebelumnya di BPSB setempat untuk mendapatkan sertifikasi benih. Selanjutnya benih padi bisa juga dijual untuk umum karena karena sudah memiliki sertifkat benih”. ujar Fausiah.

Lebih lanjut Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perikanan dan Ketahanan Pangan yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan, Suhardiman menyampaikan ucapan terima kasih kepada Balitbangtan, Kementerian Pertanian khsusunya Lolittungro yang telah melaksanakan kegiatan pendampingan Desa Mandiri Benih kepada kelompok tani Massengereng II, Desa Lompulle, Kecamatan Ganra.
“Berharap kegiatan ini dapat terus dilaksankan ke desa lainnya di wilayah Kabupetan Soppeng, sehingga ketersediaan benih bersertifikat tersedia sepanjang musim tanam”. Harapnya

Sementara, menurut Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry juga menyampaikan bahwa pembinaan dan pemberdayaan petani melalui kelompok tani menjadi Desa Mandiri Benih (DMB) akan terus dikembangkan.

“Meningkatnya pengetahuan petani untuk dapat memproduksi benih, maka akan lahirlah petani yang menjadi penangkar handal sehingga mampu menyediakan benih unggul bersertifikat secara mandiri di tingkat desa atau wilayahnya” tutupnya. (Uje)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar