Manfaat Glukomannan yang Terkandung Pada Umbi Porang

Tanaman porang merupakan tanaman asli Indonesia yang sudah sejak lama dimanfaatkan oleh masyarakat. Tanaman porang sama halnya dengan tanaman umbi-umbi lain yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat pangan. Komponen karbohidrat yang terkandung pada umbi porang terdiri atas pati, glukomannan, serat kasar, dan gula reduksi.

Salah satu ciri spesifik dari umbi porang adalah memiliki kandungan glukomannan yang relatif tinggi. Porang kuning mengandung glukomannan sekitar 55% dalam basis kering sedangkan porang putih 44%. Kadar glukomannan dalam umbi porang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tumbuh tanaman porang.

Glukomannan merupakan serat pangan yang dapat larut dalam air. Glukomannan dapat dimanfaatkan sebagai bahan industri pangan maupun bidang kesehatan. Dalam industri pangan, porang dapat diolah menjadi tepung porang dan tepung glukomannan. Tepung porang dapat dimanfaatkan untuk pangan fungsional, pakan ternak, pengikat air, bahan pengental, penggumpal atau pembentuk gel dan makanan diet rendah lemak dan kalori. Tepung glukomannan yang kaya akan serat pangan larut dalam air juga dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional yang sangat berkhasiat bagi kesehatan, baik sebagai bahan campuran makanan maupun dalam bentuk suplemen.

Glukomannan memiliki kemampuan menarik air dan membentuk larutan yang kental sehingga menghambat absorpsi lemak dan gula yang dapat membantu menurunkan kadar gula dan lemak dalam darah. Sangat bermanfaat bagi penderita diabetes dan kolesterol tinggi. Selain itu, glukomannan dapat mencegah sembelit dan kanker saluran pencernaan.

Glukomannan bermanfaat untuk diet sehat karena memiliki kandungan kalori yang sangat rendah dan tinggi akan serat. Sehingga glukomannan dapat dijadikan sebagai alternatif untuk diet. Mengonsumsi tepung glukomannan untuk menurunkan berat badan harus diiringi dengan pola hidup sehat dengan olahraga secara teratur. Penurunan berat badan dengan konsumsi glukomannan karena kemampuan dalam menyerap banyak air dan membentuk larutan yang kental sehingga menunda pengosongan lambung dan waktu transit makanan dari lambung ke dalam usus halus berjalan lebih lambat. Kondisi ini memberi efek rasa kenyang yang membuat kecenderungan tidak makan berlebihan. (FLZ)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar