Produk Susu Beras Fortifikasi Bermutu Tinggi

Susu beras fortifikasi merupakan hasil inovasi baru produk pangan Badan Litbang Pertanian melalui penelitian yang dilakukan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) dan telah mendapatkan paten sederhana dari  dari Kementerian Hukum dan HAM pada 2019 pada tahun 2019. Tentunya hal ini merupakan suatu terobosan yang mengubah beras patah dan menir dapat diolah menjadi susu beras yang bernilai ekonomis tinggi. Lazimnya beras patah dan menir memiliki nilai ekonomis yang rendah, namun setelah diolah menjadi produk pangan bermutu tinggi mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.

Susu beras fortifikasi tidak hanya memiliki nilai ekonomis yang tinggi tetapi mengandung nilai gizi kaya akan nutrisi. Nilai gizi yang terkandung pada beras patah dan menir sama dengan beras kepala.

Susu beras fortifikasi dalam proses pembuatannya dapat ditambahkan dengan protein nabati atau ekstrak sayuran. Pengolahan susu beras fortifikasi dari beras hitam memiliki aktivitas antioksidan sebesar 773% atau lebih tinggi dibandingkan dengan susu kambing.  Zat antioksidan dari beras hitam ataupun beras merah berperan sebagai anti inflamasi, anti hipertensi, mencegah beberapa jenis kanker seperti kanker kolon, payudara, paru-paru, dan hati. Bahkan zat antioksidan dari beras hitam dapat mengurangi resiko penyakit jantung, diabetes tipe II, dan obesitas.

Bagi masyarakat yang alergi terhadap susu sapi ataupun susu kambing dapat mengonsumsi susu beras fortifikasi sebagai pengganti. Tidak hanya sebagai pengganti susu sapi namun bisa digunakan untuk diet yang digandrungi kalangan anak muda zaman sekarang karena memiliki kadar lemak yang sangat rendah.

Kandungan asam folat tiap penyajian (250 ml) susu beras fortifikasi mencapai 599 µg yang mencukupi 150% AKG (angka kecukupan gizi). Asam folat ini berperan dalam pembentukan sel-sel otak, meningkatkan fungsi sistem syaraf, mencegah anemia pada ibu hamil, mencegah cacat lahir, berperan dalam pembentukan sel darah merah dan pertumbuhan anak, memperlambat penuaan dini. 

Susu beras fortifikasi juga mengandung vitamin B12. Susu ini mengandung vitamin B2 (sebanyak Riboflavin) 600 µg yang mencukupi 37,5% AKG dalam tiap penyajiannya. Vitamin B12 bermanfaat untuk mencegah pre-eklampsia pada ibu hamil, mencegah anemia, mencegah penyumbatan darah, mempertahan kadar kolagen sehingga meminimalkan kerutan pada kulit.

Dengan adanya inovasi baru mengolah beras patah dan menir menjadi susu beras fortifikasi ini sangat diapresiasi oleh pengusaha penggilingan serta mendapatkan respon positif dari masyarakat dimana memberi alternatif susu beras fortifikasi bermutu tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan. (Febliza)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar