Webinar Pangan Sehat Di Masa Pandemi COVID-19

SELASA (23/06), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) menyeelenggarakan Seminar daring (Webinar) #1 dengan tema Pangan Sehat Imunitas Meningkat di Masa Pandemi COVID 19.

Acara yang berlangsung kurang lebih 3 jam dan dibuka secara resmi oleh  Dr. Haris Syahbuddin, DEA, Sekretaris Badan Litbang Pertanian , juga sebagai Plt. Kepala Puslitbangtan dan sekaligus bertindak sebagai moderator selama acara berlangsung.

Antuasiasme peserta terhadap kegiatan webinar ini sangatlah tinggi, dimana peserta dengan tekun mengikuti acara webinar ini  hingga selesai. Peserta berjumlah lebih dari 900 orang ini, terdiri dari kalangan industri, dosen, peneliti, penyuluh, pemerhati pertanian dan pangan, mahasiswa, petani  serta beberapa kalangan dari asosiasi.

Dalam sambutannya Dr. Haris Syahbuddin, DEA menyampaikan bahwa saat ini wabah corona virus (covid-19) telah menjadi pandemic  global. Hampir semua negara di dunia terkena dampaknya, baik langsung maupun tidak langsung. Salah satu kendala yang dihadapi secara bersama oleh berbagai negara adalah hingga saat ini belum ada obat untuk menangkal virus tersebut. Dan “obat termujarab” saat ini adalah pangan sehat yang mampu membuat tubuh kita tetap fit sehingga memiliki imunitas atau daya tahan yang baik sehingga mampu menang melawan virus yang kemungkinan menyerang kesehatan tubuh.

“Sangat sesuai dengan kondisi saat ini, pangan sehat, lezat, berserat harus menjadi panduan dalam perakitan teknologi olahan pangan kedepan ”, papar Haris

Lebih lanjut Haris juga menyampaikan bahwa akhir akhir ini terlihat kecenderungan perubahan pola konsumsi pangan, terutama pada generasi milenial, generasi Z, atau generasi anak-anak kita dan seterusnya. Untuk tujuan tersebuat  Litbang pertanian diarahkan untuk lebih kolaboratif dan inovatif dalam menjalankan kegiatan risetnya. Harapannya hasil kerja penelitian yang dilaksanakan secara multidisiplin dan multimitra bisa menghasilkan produk-produk yang dikehendaki pasar dan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Generasi saat ini cenderung memilih pangan yang praktis, instan, dan terjangkau baik akses maupun harganya. Oleh karena itu, Litbang dituntut untuk menghasilkan produk pangan sehat, lezat dan berserat agar generasi mendatang tetap terjaga imunitas tubuhnya dengan asupan gizi yang seimbang” ucapnya

Webinar sesi pertama ini menghadirkan para narasumber dari lingkup Puslitbang Tanaman Pangan sebagai pembecara, berturut-turut Dr. Priatna Sasmita dari BB Padi, Subang, Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, MS dari Balitakabi, Malang  dan Dr. Muhammad Azrai, SP., MP dari Balitsereal, Maros. Sesi terakhir sebagai narasumber tamu yaitu Prof. Dr. Ir. Slamet Budijanto, M.Agr dari Istitut Pertanian Bogor, Bogor.

Sesuai dengan temanya, narasumber yang berasal dari UPT lingkup Puslitbangtan masing-masing menyampaikan materinya dari BB Padi “Teknologi dan Produk Padi Pangan Fungsioanl Siap Komersialisasi Industri”, dari Balitsereal “Teknologi dan Produk Serealia Siap Komersialisasi Industri” dan dari Balitakabi “Teknologi dan Produk Aneka Kacang dan Umbi Siap Komersialisasi Industri”.

Sedangkan,  Prof. Dr. Ir. Slamet Budijanto, M.Agr dari IPB yang memaparkan materinya dengan judul Proyeksi Preferensi Produk Olahan Pangan dan Peluang Pemanfaatannya oleh Kalangan Industri. (Uje/RTPH)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar