Kulit Ari Kacang Tanah Bisa di Manfaatkan untuk Obat

Kacang tanah memiliki manfaat yang cukup banyak dikarenakan tingginya kandungan nutrisi yang ada di dalamnya. Kacang tanah mengandung vitamin E, asam folat, protein, mangan, biotin, serat, magnesium, lemak tak jenuh tunggal, serta kaya akan antioksidan sehingga beragam manfaat dapat diperoleh dengan mengkonsumsi secara tepat dan rutin kacang tanah.

Kini ada kabar gembira bagi penikmat kacang tanah, dengan mengkonsumsi kacang tanah bersama dengan kulit arinya dapat menurunkan risiko penyakit-penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, kanker, mencegah obesitas pada anak-anak, dan menurunkan kandungan kolesterol yaitu kolesterol total dan LDL.

Temuan manfaat kulit ari kacang tanah ini dilakukan oleh salah seorang peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian, Agustina Asri Rahmianna.

Sebelumnya, Agustina yang dihubungi via telepon (11/06) menjelaskan tentang komponen apa saja yang ada pada kacang tanah. Kacang tanah yang utuh terdiri dari kulit polong, kulit ari biji, dan biji. Kemudian, dari ketiga komponen tersebut, rata-rata yang dimanfaatkan hanya bijinya saja untuk dikonsumsi. Sedangkan polong dan kulit ari biji kacang tanah tidak termanfaatkan dan dibuang begitu saja sebagai sampah.

Lebih lanjut, hasil penelitiannya mengungkapkan tentang kandungan apa saja yang terkandung pada kulit ari kacang tanah tersebut. Hasilnya, kandungan yang terdapat pada kulit ari kacang tanah terdiri empat unsur yaitu serat, minyak, protein, dan senyawa-senyawa fenolik. Namun, dari keempat unsur yang terkandung, hanya senyawa-senyawa fenolik inilah yang bisa dimanfaatkan sebagai obat. Pasalnya, senyawa-senyawa fenolik sangat penting dalam mekanisme ketahanan tubuh secara kimiawi yang berfungsi sebagai antioksidan dan anti radang di dalam tubuh manusia.


“Dengan beragamnya senyawa-senyawa fenolik yang terkandung, maka kulit ari kacang tanah berpotensi digunakan sebagai sumber makanan fungsional yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku suplemen” ungkap Agustina.

Meskipun kaya dengan kandungan senyawa biokimia, kulit ari biji kacang tanah ini tidak mempunyai nilai ekonomi sama sekali. Ternyata, kandungan fenolik dan antioksidan pada kulit ari biji kacang tanah tertinggi dibanding yang ada pada keping biji, kulit polong, dan akar, serta daun. Sayangnya kulit ari biji kacang tanah ini sangat kecil volumenya: hanya 2,5-3% dari bobot biji.

Ditempat terpisah, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian, Fadjry Djufry, juga menyampaikan peluang hasil riset dari kulit ari kacang tanah ini. Kulit ari tanah yang semula tidak ada nilainya, akan menjadi bermanfaat untuk kesehatan dan menjadi nilai tambah bagi petani.


“Kulit ari kacang tanah ini berpotensi sebagai bahan baku untuk membuat produk baru yang bermanfaat untuk kesehatan, sekaligus dapat menciptakan peluang pasar baru sehingga sisa-sisa pertanian memberi dampak pada peningkatan nilai tambah bagi petani” ujar Fadjry.

Lebih lanjut menurut Haris Syahbuddin selaku Plt. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan bahwa kinerja Kementerian Pertanian sejak tahun 1950-an, sudah melepas lebih dari 45 varietas kacang tanah. Varietas unggul kacang tanah yang baru dilepas adalah varietas TASIA 1 dan TASIA 2. Kedua varietas tersebut mempunyai potensi hasil antara 4,2 dan 4,3 t/ha dan umur masaknya 90 dan 95 hari. Selain itu, kedua varietas tersebut tahan terhadap kutu kebul, tahan terhadap penyakit layu bakteri, serta agak tahan terhadap penyakit karat dan bercak daun. Dengan potensi produksi dari TASIA 1 dan TASIA 2 kiranya membuka peluang pasar bagi petani untuk ikut masuk ke sektor industri atau UMKM pengolahan kacang tanah sehingga value added dapat dirasakan oleh petani kacang tanah.

Seperti peribahasa “kacang lupa pada kulitnya” sebaiknya tidak dilakukan oleh penikmat kacang, karena kulit kacang sangat bermanfaat bagi kesehatan. (Uje/RTPH)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar