Balitbangtan Mengapresiasi Petani Bone dengan Menyalurkan Benih Jagung

Setelah melakukan panen raya jagung di Kabupaten Bone pada awal April 2020, dimana hasil panen jagung varietas JH 37 dapat menghasilkan produktivitas rata-rata diatas 10 ton/ha, bahkan potensi hasilnya bisa mencapai 12,5 ton/ha.

Dalam rangka keberlanjutan pengembangan komoditas jagung hibrida di Kabupaten Bone, terutama apresiasi kepada petani yang tetap bersemangat mengembangkan komoditas jagung, maka Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal), Kementerian Pertanian (Kementan), Muhammad Azrai memberikan dukungan dan langkah konkrit berupa bantuan benih jagung hibrida.

Semangat petani untuk menanam jagung perlu diacungi jempol. Petani dari Desa Abbumpungeng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, akan melakukan penananam jagung ditengah mewabahnya virus Covid-19 yang juga bersamaan dengan ibadah puasa 1441 H.

“sebagai dukungan untuk petani Desa Abbumpungeng, Kabupaten Bone, Balitsereal telah menyalurkan benih jagung hibrida sebanyak 1,3 ton” ujar Azrai

Balitsereal menyalurkan benih bantuan jagung hibrida unggulan Balitbangtan yakni varietas NASA 29 dan varietas JH 37. Kedua varietas tersebut merupakan varietas yang sangat disenangi petani. Selain produktivitasnya tinggi, kedua varietas tersebut terbukti adaptif pada segala kondisi lingkungan.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan), Haris Syahbuddin, juga menambahkan, bahwa saat ini kedua varietas tersebut telah banyak ditanam oleh petani. Salah satunya Jagung varietas NASA 29 pada lahan bukaan baru di area lahan bekas tambang tepatnya di Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dan dapat menghasilkan 13 ton/ha.

“Kedua varietas tersebut, selain potensinya tinggi juga telah terbukti adaptif di segala kondisi lingkungan, contohnya di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang lahannya merupakan bekas tambang” kata Haris.

Jagung hibrida Balitbangtan varietas NASA 29 merupakan jagung hibrida bertongkol ganda dengan potensi hasil hingga 13,5 t/ha yang dirilis pada tahun 2017. Sedangkan varietas JH 37 selain potensinya tinggi hingga 12,5 t/ha, juga memiliki perakaran kuat sehingga tahan rebah.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Fadjry Djufry merasa senang atas semangat petani untuk tetap bergiat melakukan tanam jagung ditengah mewabahnya pandemi virus corona ini.

Menurut Fadjry, semangat petani ini harus kita apresiasi karena petani adalah garda terdepan dalam penyediaan pangan ditengah pandemi covid 19.

“Yang terpenting harus dipatuhi protokoler dalam mencegah penularan covid 19 dengan rajin mencuci tangan pakai sabun, melakukan physical distancing selama menjalankan aktivitas bertani dan patuhi anjuran pemerintah agar petani tetap sehat dan semangat meningkatkan produksi jagung guna memasok pangan secara cukup bagi kebutuhan masyarakat ” tutupnya (Uje/RTPH)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar