Mengkonsumsi Ubi Jalar Ungu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Di akhir tahun 2019, tepatnya di bulan Desember dunia dihebohkan dengan adanya wabah virus corona atau COVID-19 yang berasal dari China. Penyebaran virus Corona ini sangat cepat bahkan sampai saat ini sudah 93 negara yang mengkorfirmasi terkena virus Corona. Di Indonesia sendiri sudah mencapai ratusan yang terpapar akibat virus yang mematikan tersebut.

 Virus corona adalah salah satu jenis virus yang sangat lincah karena penularannya sangat mudah dari manusia ke manusia. Virus ini menular dari batuk atau bersin dari orang yang terpapar dan masuk ke tubuh manusia melalui hidung, mulut, atau mata. Selanjutnya virus corona bekerja dengan memicu ketidakseimbangan dalam respon kekebalan tubuh manusia (imunitas).

Sampai saat ini belum ada vaksin maupun obat untuk mengobati dan mencegah penyakit akibat virus ini. Namun demikian, banyak juga yang telah pulih karena sistem kekebalan tubuhnya dapat melawan virus corona. Oleh karena itu, kunci utama dalam memberikan perlindungan daya tahan tubuh terhadap virus adalah mengkonsumsi makanan yang mengandung antosianin.

Ubi ungu adalah salah satu komoditas tanaman pangan yang mengandung antosianin untuk meningkatkan produksi antioksidan. Hal ini berdampak positif untuk pemecahan senyawa-senyawa yang beracun sehingga tubuh tidak mudah sakit.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) pada tahun 2014 telah melepas ubi ungu yang kaya akan antosianin dengan nama varietas Antin 3. 

Dr. Yuliantoro Baliadi Kepala Balitkabi yang berkantor di Malang menyampaikan bahwa ubi ungu varietas Antin 3 adalah varietas unggulan yang dilepas pada tahun 2014 oleh Balitkabi.  Varietas tersebut memiliki kadar antosianin tinggi yaitu ±150,7 mg/100 g (bb).

“Ubi ungu varietas Antin 3 adalah varietas unggulan yang bermanfaat untuk kesehatan karena mengandung kadar antosianinnya tinggi, lebih tinggi dari varietas yang berasal dari Jepang yaitu varietas Ayamurasaki” ujar Baliadi.

Senada dengan Kepala Balitkabi, Dr. Haris Syahbuddin, DEA selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) juga menyampaikan bahwa Balitkabi telah melepas komoditas unggulannya yaitu ubi ungu Antin 3 sebagai pangan fungsional yang kelebihannya untuk kesehatan.

“Virus corona adalah virus yang menguji daya tahan tubuh, jadi untuk meningkatkan daya tahan tubuh di saat merebaknya virus corona harus mengkonsumsi makanan yang mengandung antosianin selain mengeyangkan juga menyehatkan, ujar Haris

Berdasarkan deskripsinya ubi jalar ungu varietas Antin 3 ini selain memiliki kadar antosianinya tinggi juga potensi hasilnya tinggi yaitu 30,6 t/ha dan umur panennya 4 - 4,5 bulan. Selain itu varietas Antin 3 ini agak tahan penyakit kudis, agak tahan hama boleng,  toleran kekeringan dan cocok ditanam pada lahan tegalan atau sawah sesudah tanaman padi. (RTPH/Uje)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar