Puslitbangtan Siapkan Varietas Lokal Madiun 1

Malang – Untuk pertama kalinya komoditas porang dilepas sebagai varietas dengan nama Madiun 1. Pelepasan varietas porang ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Madiun melalui sidang pelepasan varietas yang di selenggarakan oleh Badan Benih Nasional pada Rabu (26/02) di Malang.

Varietas Madiun 1 dilepas berkat kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan dan Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Kementerian Pertanian.

Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun Ir. Tontro Pahlawanto, yang hadir mewakili Bupati Madiun pada sidang pelepasan varietas tersebut menyampaikan bahwa tanaman porang yang diusulkan adalah tanaman porang varietas lokal yang berasal Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

“kami berharap setelah dilepasnya tanaman porang dengan nama varietas Madiun 1 dapat membawa dampak bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Madiun, sehingga kesejahteraan petani porang dapat lebih meningkat serta menjaga kelestarian sumberdaya genetik tanaman porang dapat tetap terjaga, demikian halnya tanaman hutan sebagai naungan dapat terjaga dengan baik” ujar Tontro

Masih ditempat yang sama, Haris Syahbuddin selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan menyampaikan bahwa porang merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang potensi nilai ekonominya tinggi dan saat ini areal pengembangannya terus bertambah. Desa Klangon sebagai pusat pertumbuhan dan pengembangan tanaman porang, setelah varietas porang Madiun 1 ini resmi dilepas maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan infrastruktur penyediaan benih sumber tanaman Variaetas porang Madiun 1 agar dapat disebar secara resmi ke seluruh Indonesia.

“Selain harganya yang fantastis, komoditas porang untuk kebutuhan ekspor permintaannya terus meningkat dengan tren harga yang juga terus mengalami kenaikan, dengan demikian Kementerian Pertanian telah menetapkan porang sebagai komoditas yang masuk ke dalam program Gratieks (Gerakan tiga kali ekspor), lebih lanjut dikatakan bahwa kedepan komoditas ini dapat dikelola secara corporate farming dimana dengan sistem ini maka efisiensi budidaya, standarisasi mutu, dan efektivitas serta efisiensi manajemen pemasaran akan menjadi solusi keberlanjutan usaha porang yang menguntungkan bagi petani dan pihak yang terlibat didalamnya” demikian ujar Haris.

Komoditas porang yang dilepas adalah varietas lokal yang sudah turun temurun di budidayakan oleh petani porang di daerah Madiun. Menurut informasi yang diperoleh tanaman porang telah dimanfaatkan sejak tahun 1950-an dan budidaya porang tertua di temukan di Madiun tepatnya di Desa Klangon, Kecamatan Saradan. Masyarakat di Madiun sejak tahun 1970an telah melakukan budidaya secara sederhana dan menjual porang dalam bentuk umbi ke pengepul di Kabupaten Nganjuk. Umbi porang yang diperoleh oleh petani berasal tanaman yang tumbuh liar di kawasan hutan Gunung Pandaan. Permintaan porang yang terus meningkat akhirnya sekitar tahun 1980an petani mulai membudidayakan sendiri tanaman porang yang berasal dari umbi, biji dan bulbilnya (katak).

Menurut karakteristiknya varietas Madiun 1 daunnya halus-bergelombang, bentuk seludang bunga terompet serta bentuk bunga tombak. Selain itu, untuk potensi hasilnya varietas Madiun 1 ini bisa mencapai 8-10 ton umbi per hektar dan katak yang dihasilkan 60 kg umur 1 tahun, 300 kg umur 2 tahun dan 500 kg umur 3 tahun. Panen biasanya dilakukan untuk umbi yakni saat tanaman umur 2 atau 3 tahun. Panen dilakukan ketika tanaman telah memasuki masa dorman atau pertumbuhan tanaman telah berhenti, kondisi ini ditandai dengan batang tanaman sudah menguning dan lepas dari umbinya.

Badan Litbang Pertanian melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan dengan Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi akan terus melakukan pendampingan bagi petani khususnya petani penangkar benih Varietas Porang Madiun 1 untuk memastikan kualitas benih yang dihasilkan adalah benih bermutu. Selanjutnya melalui peneliti yang ada di Balitkabi serta UPT terkait lainnya akan terus dilakukan upaya eksplorasi, konservasi dan karaktrerisasi terhadap tanaman porang yang ada di Indonesia sehingga akan diperoleh varietas porang lainnya dengan karekter unggul yang dapat dikembangkan. (RTPH/Uje)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar