Rakor KOSTRATANI Dalam Rangka Membangun Sinergi dengan Dinas

Pontianak, 20 Februari 2020, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka Sosialisasi Komando Strategi Pembangunan Pertanian (KOSTRATANI) di Provinsi Kalimantan Barat.

Hadir dalam Rakor tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat Ir. Florentinus Anum, M.Si sekaligus mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Kepala BPTP Provinsi Kalimantan Barat Dr. Akhmad Musyafak, MP, Kepala Balai Karantina Pertanian Pontianak Ir. Dwi Susilo, MP, Kepala BRI Provinsi Kalimantan Barat Agus Juli Handoko, dan para Kepala Dinas dari seluruh Kota/Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat Ir. Florentinus Anum, M.Si menyampaikan bahwa KOSTRATANI sangat tepat sasaran karena menargetkan pengumpulan Data (valid) dari kecamatan (satminkal) yang saya lihat data dari satminkal valid dan sesuai dengan kondisi dilapangan.

“Optimis KOSTRATANI  dapat menggerakkan/mengungkit potensi pertanian dan tepat sasaran, oleh karena itu berharap adanya arahan, sosialisasi, supervisi dan evaluasi yang masif dari pusat, sehingga kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat”, ujarnya.

Masih ditempat yang sama Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Dr. Ir. Haris Syahbuddin menyampaikan paparannya yang menjelaskan peran, strategi dan alokasi anggaran KOSTRATANI . Peran KOSTRATANI  sebagai pusat data dan info, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, pusat pengembangan jejaring kemitraan. 

“KOSTRATANI dibentuk untuk memperkuat kapasitas BPP dengan melibatkan seluruh petani dan petugas pertanian, berharap seluruh penyuluh yang ada di Provinsi Kalimantan Barat bergerak di lapangan bukan di meja”, ujar Haris.

Lebih lanjut Haris menyampaikan bahwa “KOSTRATANI dapat ditingkatkan menjadi pusat bisnis yang strateginya adalah meningkatkan peran pimpinan daerah dengan melakukan sinergitas pelaku dan program pertanian”, paparnya.

Rakor KOSTRATANI  di Kalimantan Barat ini cukup spesial, karena dihadiri langsung oleh Eksportir Pisang Adi Nurhadi dan Importir pisang dari Malaysia Tuo Bin Amri. Menurut Tuo Bin Amri, Pisang dari Kalimantan Barat sangat disukai dan Malaysia membutuhkan pisang sebanyak 350 ton/minggu. 

Adi Nurhadi selaku eksportir pisang berharap agar petani dapat meningkatkan produksinya karena Provinsi Kalimantan Barat hanya mengandalkan dua komoditi yaitu adalah Pisang dan Kelapa untuk ekspor.

“Besaran ekspor pisang sebanyak 18-20 kontainer/minggu (hanya untuk pisang kepok, belum termasuk pisang yang lain) baru sekitar 40% yang 60 % belum tercukupi”, ujarnya.

Lebih lanjut Adi Nurhadi menyampaikan gagasannya “untuk meningkatkan produksi pisang di Kalimantan Barat sebaiknya petani menanam jenis pisang Nipah yang produksinya tinggi sehingga kedepan dapat menutupi kekurangan yang 60% tersebut” ujar Adi. (Uje/RTPH)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar