AWR Kementan Siap Soft Launching

Agriculture War Room (AWR) merupakan ruang untuk memantau segala kegiatan pembangunan pertanian di daerah dimana menggunakan informasi teknologi dengan pencitraan satelit dan artificial intelegent. Dengan AWR Kementan dapat mengetahui aktivitas Kostratani dan terpantau secara langsung gerakan pembangunan pertanian diseluruh titik di Indonesia.

Pertemuan koordinasi terakhir menjelang soft launching Agriculture War Room (AWR) Kementan dilaksanakan pada 23 Januari 2020. Pertemuan dipimpin Sekretaris Balitbangtan, Dr. Hardiyanto didampingi Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Dr. Ketut Kariyasa. Acara soft launching yang sebelumnya akan direncanakan berlangsung pada tanggal 27 Januari 2020, diundur menjadi tanggal 29 Januari 2020 mengingat padatnya kegiatan Menteri akhir-akhir ini.

Dalam pertemuan koordinasi tersebut ada beberapa hal yang menjadi perhatian Sekretaris Balitbangtan adalah 1) Skenario acara soft launching, 2) Soft launching harus dilakukan dengan high technology, 3) Alur konten yang akan ditampilkan, 4) Konten yang akan ditampilkan diharapkan sampai di lapangan, dan 5) Petugas dari masing-masing eselon 1 (2 orang) harus sudah bekerja secara aktif di AWR Kementan sejak tanggal 24 Januari 2020 untuk memantau semua fasilitas dan konten yang akan ditampilkan saat acara soft launching nanti.

Ketut Kariyasa juga memastikan bahwa persiapan AWR sudah mencapai 80 persen, dengan demikian seluruh konten maupun koneksi yang terhubung dengan berbagai daerah di seluruh Indonesia sudah memasuki tahap final atau masa operasi. "Persiapan konten AWR sudah 80 persen, atau paling tidak ada 5 yang bisa kita lihat secara umum. Diantaranya soal kondisi pertanaman dan layanan program hingga di tingkat Kecamatan," ujar Kariyasa. Menurut Kariyasa, sistem ini juga sudah terhubung dengan konten video conference langsung dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di seluruh Indonesia. Selain itu, AWR pertanian juga sedang berproses mengembangkan aplikasi konten untuk perangkat smartphone. "Yang pasti, perkembangan AWR terus bergerak dan bersifat dinamis sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan, sehingga nanti bisa ada slot-slot yang menjadi kebutuhan," lanjutnya.

Pertemuan koordinasi juga membahas rundown acara, pengaturan petugas yang akan ditunjuk bertugas (protokoler, guide, penyuluh/petani yang  akan tampil di video conference dll.), daftar dan jumlah undangan, dekor ruangan (backdrop) serta kelengkapan lainnya.

Acara kemudian ditutup oleh Sekretaris Balitbangtan dan dilanjutkan dengan mengunjungi ruang AWR Kementan untuk memastikan semua konten dapat beroperasi sesuai yang diharapkan. (ESP/RTPH)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar