DEGA 1 Kedelai Berbiji Besar Untungpun Besar

Kedelai merupakan bahan baku pangan penting dalam menu sebagian besar penduduk Indonesia. Di Indonesia, lebih dari 90% kedelai digunakan untuk pangan, 88% diantaranya adalah untuk bahan baku tahu dan tempe. Ukuran biji besar lebih disukai sebagai bahan baku pembuatan tempe karena memberikan volume produk yang lebih besar sehingga lebih menguntungkan karena tempe dijual dalam satuan volume.

Oleh sebab itu Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian merakit varietas unggul kedelai baru yang diharapkan memberikan hasil tinggi.

Upaya pemenuhan kebutuhan kedelai dengan meningkatkan produksi terus dilakukan pemerintah melalui perluasan areal dan peningkatan produktivitas. Perluasan areal sebagian dilakukan dengan meningkatkan indeks pertanaman pada lahan sawah. Peningkatan indeks pertanaman memerlukan karakteristik spesifik, diantaranya umur genjah. Umur genjah mengurangi risiko tanaman terhadap cekaman, baik biotik maupun abiotik khususnya kekeringan, mudah dimasukkan ke dalam pola tanam lahan sawah, serta mengurangi konsumsi air dan biaya pengairan.

Perakitan varietas unggul kedelai ditujukan untuk memperoleh varietas produktivitas tinggi, umur genjah, biji besar, toleran terhadap cekaman biotik dan abiotik. Sumbangan varietas unggul baru dalam rangka peningkatan produksi kedelai sangat nyata, dengan ditemukan varietas yang umur genjah dan produktivitas tinggi > 2,5 t/ha. Sumbangan Balitbangtan cukup besar dalam menghasilkan varietas unggul baru di Indonesia.

Dega 1 mempunyai potensi hasil dan rata-rata hasil lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Grobogan. Umur masak lebih genjah dan ukuran biji (bobot 100 biji) lebih besar dibandingkan dengan varietas Grobogan.

Dega 1 agak tahan terhadap penyakit karat daun dan hama pengisap polong dengan kandungan protein 2,6%, lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Grobogan. Dega 1 yang dilepas pada tanggal 22 September 2015 lalu mempunyai keunggulan potensi hasil tinggi, rata-rata hasil tinggi, umur genjah, ukuran biji besar, dan beradaptasi luas.

Dega 1 mempunyai arti kata kedelai umur genjah dan berbiji besar. Umur Dega 1 ini hanya 70–73 hari, rata-rata 71 hari, bobot 100 biji berkisar 19−23 g/100 biji, rata-rata 21 g/100 biji, dan produktivitasnya berkisar 2,0–3,8 t/ha, rata-rata 2,7 t/ha, pada kondisi lahan optimal dapat mencapai lebih dari 3 t/ha.

Kedelai Dega 1 diharapkan akan menjadi alternatif tumpuan peningkatan produktivitas guna menunjang usaha swasembada kedelai di Indonesia.

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar