Umbi Porang Bernilai Ekspor

Porang salah satu kekayaan hayati umbi-umbian Indonesia. Sebagai tanaman penghasil karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat pangan. Tanaman porang sudah dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan diekspor sebagai bahan baku industri. Karbohidrat merupakan komponen penting pada umbi porang yang terdiri atas pati, glukomannan, serat kasar dan gula reduksi. Tanaman porang merupakan tanaman asli Indonesia dan sudah sejak lama dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Tanaman porang yang toleran terhadap naungan membuat semakin populer, memungkinkan tanaman ini dibudidayakan di lahan hutan industri di bawah tegakan pohon jati, sonokeling, mahoni ataupun sengon.  Perlu diketahui, tanaman porang atau bahasa latinnya Amorphophallus oncophyllus ini adalah tanaman yang toleran naungan hingga 60%. Porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl.

Tanaman porang mudah dibudidayakan, mempunyai produktivitas yang tinggi, hama/penyakit yang menyerang relatif sedikit, permintaan pasar baik dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Dari aspek budidayanya, untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil yang optimal, diperlukan kondisi lingkungan tumbuh yang optimal pula.

Glukomannan dapat dimanfaatkan pada berbagai industri pangan, kimia, dan farmasi, antara lain sebagai, bahan baku pembuatan makanan Jepang seperti konyaku dan shirataki (berbentuk mie), bahan campuran/tambahan pada berbagai produk kue, roti, es krim, permen, jeli, dan selai, bahan pengental pada produk sirup dan sari buah, bahan pengisi dan pengikat tablet, bahan pelapis (coating dan edible film), bahan perekat (lem, cat tembok), pelapis kedap air, penguat tenunan dalam industri tekstil, media pertumbuhan mikrobia, dan bahan pembuatan kertas yang tipis, lemas, dan tahan air.

Pengolahan porang terutama dilakukan untuk mendapatkan komponen glukomannannya. Produk porang yang biasa diolah dan dipasarkan dari umbi segar adalah chips, tepung porang (konjac flour) dan tepung glukomannan (konjac glucomannan).

Umbi porang saat ini masih banyak yang berasal dari hutan dan belum banyak dibudidayakan. Ada beberapa sentra pengolahan tepung porang saat ini,  seperti di daerah Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung, dan Maros. Umbi porang merupakan komoditas unggulan di Jawa Timur karena hampir 100 persen diekspor.

Pada tahun 2018 data otomasi IQFAST Badan Karantina Pertanian jumlah ekspor porang sebanyak 254 ton mencapai Rp 11,31 miliar. Peluang tersembunyi umbi porang mulai diminati pasar dunia. (f)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar