Ubijalar Ungu: Dari Budidaya hingga Pengolahannya

Puslitbang Tanaman Pangan mengadakan Bimbingan Teknis Petani Milenial di Desa Pudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan pada tanggal 31 Oktober 2019. Disamping untuk memeriahkan gelaran Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 di lokasi Gelar Teknogi, Bimtek juga bertujuan sebagai rangkaian kegiatan diseminasi teknologi optimalisasi lahan di bawah tegakan perkebunan Kakao. Lorong-lorong memanjang diantara pertanaman Kakao dibudidayakan beragam tanaman pangan toleran naungan seperti kedelai, ubi jalar ungu, ubi jalar orange, kacang hijau, kacang tanah, kacang tunggak, padi gogo, dan jagung. Hasil panennya kemudian diolah menjadi beragam makanan siap saji yang bergizi dan bernilai ekonomi tinggi.

Kegiatan yang diselenggarakan berkat Kerjasama antara Puslitbang Tanaman Pangan, Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) serta BPTP Sulawesi Tenggara ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada produk ubijalar Ungu yang dihasilkan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Puslitbang Tanaman Pangan yang diwakili oleh Kabid KSPHP Puslitbang Tanaman Pangan, Kasie Pelayanan Teknik Balitkabi, BPTP Sulawesi Tenggara, Ibu-Ibu PKK Kecamatan Angata, Kelompok Wanita Tani Kecamatan Angata para petani dan penyuluh se-Kecamatan Angata.

Dalam sambutannya, Kabid KSPHP Puslitbang Tanaman Pangan, Dr. Agus Wahyana Anggara menyebutkan, bimtek ini diberikan tidak hanya untuk memperkenalkan budidaya tanaman padi, jagung, kedelai serta aneka kacang dan umbi, tetapi juga bagaimana mengolahnya untuk memberikan peningkatan nilai jual. "Sudah lebih dari tiga bulan kami disini untuk melakukan budidaya berbagai varietas unggul yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian. Harapannya komoditas tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain itu, dapat diberikan nilai tambah melalui pengolahan raw material yang dihasilkan sehingga harga jual yang diperoleh masyarakat lebih tinggi", tutur Agus.

Budidaya beraneka tanaman pangan di bawah naungan Kakao ini sebagai role model untuk disebarluaskan dan diterapkan ke segenap perkebunan kakao masyarakat. Hal ini bertujuan agar masyarakat memiliki peningkatan pendapatan melalui pemanfaatan pertanaman pada lahan di bawah naungan tanaman kakao.

Selama satu hari kemarin, para petani dan masyarakat di Kecamatan Angata diberikan pelatihan dan bimbingan teknis berupa field visit untuk melihat pertanaman padi, jagung, kedelai, serta tanaman aneka kacang dan umbi yang telah dilakukan oleh para peneliti dan teknisi di lokasi HPS. Pada kegiatan tersebut masyarakat diberikan kesempatan langsung untuk melihat serta bertanya mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan proses budidaya. Tidak hanya itu, para ibu-ibu PKK serta Kelompok Wanita Tani di Kecamatan Angata juga diberikan pelatihan dan bimbingan teknis mengenai pengolahan produk pasca panen, khususnya ubijalar ungu menjadi beberapa produk olahan seperti kue kering, brownies, minuman, es krim serta beberapa jenis olahan lainnya.

Para peserta merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan seperti ini. "Baru pertama kali kami memperoleh pengetahuan terkait pengolahan tanaman ubijalar ungu yang ternyata menghasilkan berbagai produk bernilai jual tinggi dan menyehatkan untuk keluarga", ujar ketua PKK Kecamatan Angata. Selain itu, para petani juga berencana untuk merawat pertanaman yang telah dilakukan selama ini dan melanjutkannya dengan cara budidaya yang diajarkan. "Kami akan lanjutkan pertanaman ini karena kami ingin manfaat dari kegiatan ini dirasakan terus menerus dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat disini", tutur Ketua Kelompok Tani Sipurenung.

Pada kegiatan tersebut, Puslitbang Tanaman Pangan juga memberikan bantuan langsung berupa barang dan alat, seperti freezer, mixer, blender, alat pembuat eskrim dan tepung, serta beberapa barang dan alat lainnya. Barang dan peralatan ini dapat digunakan untuk mengolah ubijalar ungu menjadi berbagai produk olahan pangan yang menyehatkan dan bernilai ekonomi tinggi. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh kepada Ketua PKK Kecamatan Angata dan disaksikan oleh Kelompok Wanita Tani di wilayah tersebut. Kedepannya diharapkan akan ada kabar baik yang datang dari Kecamatan Angata yang telah berhasil memproduksi berbagai produk olahan pangan dari ubijalar ungu. (RPR)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar