Tingkatkan Kapasitas, Puslitbangtan Gelar Hospitality Skill Training

Sebagai salah satu institusi pemerintahan yang menghasilkan teknologi inovasi tanaman pangan, Puslitbangtan terus berupaya memberikan pelayanan prima kepada setiap penggunanya. Kepuasan pengguna tak dapat dipungkiri merupakan sasaran utama dalam setiap fungsi pelayanan di setiap organisasi. Alhasil, nilai-nilai kepribadian seperti penampilan (grooming), keterampilan komunikasi (communication skills), tingkah laku (mannerisms), perilaku (behaviour), pengetahuan (knowledge) dan profesionalisme (professionalism) menjadi penting bagi para personil yang bertugas di bidang ini untuk mewujudkan fungsi pelayanan prima institusi.

Dalam rangka membentuk nilai-nilai kepribadian tersebut, Puslitbangtan menyelenggarakan pelatihan peningkatan kemampuan pelayanan (hospitality skill development) yang dibuka secara langsung oleh Kepala Puslitbangtan Dr. Haris Syahbuddin, DEA di Kantor Puslitbangtan Bogor, Sabtu (19/10/2019).

Saat pembukaan, Kepala Puslitbangtan mengemukakan bahwa imej Puslitbangtan di mata pengguna akan sangat bergantung pada pegawai yang berada di posisi terdepan (frontliner). “Hospitality dari setiap pegawai merupakan salah satu aspek penting bagi sebuah institusi,” katanya menjelaskan.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa dalam hal pelayanan ada tiga “I” yang perlu diterapkan yaitu ikhlas, inovasi dan idemdito. Ikhlas berarti dalam memberikan pelayanan harus disertai dengan hati yang ikhlas sehingga tulus dalam memberikan pelayanan. Sementara itu, dalam pelayanan juga harus senantiasa berinovasi namun tetap sejalan dengan norma standar yang berlaku. Adapun “I” yang terakhir adalah idemdito yang bermakna bahwa pelayanan prima harus diberikan pada siapapun tanpa membedakan dan diperlakukan sama.

Selama pelatihan, 27 peserta yang terdiri dari para petugas di bidang pelayanan langsung seperti sekretaris pimpinan, satuan pengamanan, pengemudi, dan pramusaji memperoleh berbagai materi terkait dengan hospitality seperti grooming (penampilan), greetings (salam) dan etika dalam bekerja yang dilanjutkan dengan role play. Mereka dibekali pengetahuan mengenai etika standar pelayanaan prima sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing baik secara teoritis maupun praktik. Pramusaji diberi pelajaran tentang sikap, ucapan, penampilan, dan standar menyajikan hidangan. Satuan pengamanan dilatih etika standar teknik pelayanan penanganan kemanan. Demikian juga halnya dengan sekretaris pimpinan dan pengemudi. Di sisi lain, kisah inspiratif yang menyentuh kecerdasan emosional juga disampaikan oleh narasumber sehingga para peserta memperoleh lesson learned bahwa etika/adab kita menjadi lebih penting dari keahlian yang dimiliki.

Pelatihan yang berlangsung selama satu hari ini ditutup dengan penyerahan sertifikat dari penyelenggara kepada seluruh peserta. Diharapkan melalui materi yang telah diperoleh akan dapat menambah stock of knowledge dan diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga kepuasan pengguna akan dapat dicapai. (EP/hry)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar