Pendalaman Kegiatan Litbang Tanaman Pangan TA 2020

Dalam rangka melakukan pendalaman usulan kegiatan tahun 2020 serta menyelaraskan kegiatan penelitian sesuai dengan prioritas riset nasional, kebijakan strategis Kementan, Puslitbang Tanaman Pangan melakukan pendalaman atas proposal RPTP/RDHP tahun 2020 selama satu hari yang diikuti oleh para peneliti dan pejabat struktural Puslitbangtan, Senin (7/10/2019). Sebagai dasar pertemuan adalah, a) Tindak lanjut rapat flagship balitbangtan, tindak lanjut rakortek, dan penyusunan RKA-KL; b) 8 varietas 17 Teknologi, 334 ton, 5 rekomendasi; c) Akan dilakukan rapat Koordinasi dengan instansi penelitian lainnya untuk persiapan pelaksanaan flagship nasional PRN 2020.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Puslitbangtan Dr Haris Syahbuddin, DEA menyampaikan beberapa arahan terkait kegiatan litbang tanaman untuk periode 2020 - 2024. Menurutnya, sebagai bagian dari Kementerian Pertanian Puslitbangtan tentunya perlu memperhatikan sasaran dan kebijakan Badan Litbang dan Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. Terlebih sebagai lembaga penelitian pertanian tertua, Puslitbangtan memiliki mandat antara lain: penyusunan kebijakan teknis, rencana program dan evaluasi, pendayagunaan hasil serta urusan ketatausahaan. Refocusing kegiatan menjelang era pergantian cabinet, harus disiapkan ketika ada Menteri baru, perubahan kebijakan dan refocusing kegiatan sebagai langkah antisipatif, lebih jauh ujarnya menjelaskan.

Kepala Puslitbangtan berharap pelaksanaan penelitian, pengembangan, dan inovasi pada hakikatnya perlu ada inovasi yang kekinian. Selain itu, hasil penelitian yang dilakukan juga dapat memberikan masukan pada kebijakan dimana semua komoditas tidak hanya berorientasi pada public domain akan tetapi juga ke arah kepentingan industri. Sehingga, melalui paradigma double track system diharapkan hasil penelitian tanaman pangan akan dapat mendukung kesejahteraan petani. “Kegiatan percobaan lapang dan perbenihan dikurangi, fokus pada pembangunan kebijakan teknis sesuai kebutuhan ditjen teknis (tanaman pangan). Memetakan luas tanam yang berkaitan dengan kebutuhan ketersediaan,” ujarnya menjelaskan.

Lebih lanjut, dikemukakan juga bahwa ide pemikiran/konsep akan teknologi tanaman pangan seperti halnya tumpang sisip tanam kedelai setelah jagung idealnya lahir sejak awal dari Puslitbangtan. Teknologi seperti ini, dengan dukungan Balit-balit Puslitbangtan untuk selanjutnya dapat menjadi program bagi ditjen teknis. Karenanya, Kepala Puslitbangtan berpendapat Puslitbangtan sebaiknya dapat memberikan rekomendasi lebih awal kepada Ditjen Tanaman Pangan mengenai teknologi hasil penelitian tanaman pangan. Tim peningkatan kinerja dibentuk dalam melakukan sinergi dengan Balai Besar dan Balai di lingkupnya dan melakukan intervensi terhadap lokasi kegiatan yang minimum gap, sehingga bisa terlihat dampaknya, dengan melihat kecamatan dengan produktivitas terendah sebagai lokasi penelitian, Selain itu VUB survival, flagship nasional dengan target 10 Ton untuk padi dan jagung menjadi layer bukan hasil maksimal sehingga ketika ada cekaman produktivitasnya tetap berkisar 10 ton Ha.

Sebelumnya, Kabid PE Puslitbangtan Dr Andi Wijanarko menyampaikan enam usulan kegiatan Puslitbangtan 2020 -2024. Adapun kegiatan tersebut antara lain: (i) Sertifikasi UPBS; (ii) SITAS: Prediksi Komoditas; (c) VUB Survival Lahan Rawa dan Lahan Kering; (d) Model Sentra Perbenihan Rakyat Desentralisasi Perbenihan Model Kawasan Minimum Gap Produktivitas (Upaya mengurangi Gap); (e) Sistem Monitoring dan Prediksi Produksi Tanaman Pangan; dan (f) Double Track: publik dan industry (HR/RTPH)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar