Simposium Meteorologi Pertanian IX untuk Mencari Solusi dalam Perubahan Iklim

Simposium Meteorologi Pertanian IX dan Kongres PERHIMPI ke VII diselenggarakan pada tanggal 2-3 Oktober 2019 bertempat di IPB International Convention Center, Bogor. Acara Simposium terselenggara berkat kerjasama antara Badan Litbang Pertanian dengan PERHIMPI dan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian. Peserta yang hadir sekitar 300 peserta yang berasal dari berbagai Kementerian dan lembaga serta perguruan tinggi, LIPI, Lapan, Kepala Stasiun BMKG provinsi, Kepala BPTP, pemerintah daerah, pihak swasta, himpunan profesi lainnya, praktisi dan peminat terkait iklim pertanian.

Dirjen Perkebunan Dr. Ir. Kasdi Subagyono, M.Sc. yang mewakili Menteri Pertanian membuka secara resmi acara Simposium tersebut. Dalam sambutannya  Dr. Ir. Kasdi Subagyono, M.Sc menyampaikan  bahwa “pentingnya Program BUN500 dilakukan dengan menerapkan pemanfaatan dan pengelolaan air yang disesuaikan dengan kondisi keragaman iklim, sehingga dapat diupayakan penanaman di luar musim” ujar Kasdi.

Perlu kita ketahui bahwa Program BUN500 yang disampaikan adalah program untuk mengembalikan kejayaan rempah dan komoditas perkebunan lainnya, sekaligus mensejahterakan petani perkebunan. Disamping penyediaan benih, program ini juga. Program ini diimplementasikan sesuai dengan keunggulan komparatif dan topografi wilayah. 

Masih ditempat yang sama Sekjen PERHIMPI Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA dalam laporannya menyampaikan bahwa perlu menekankan pentingnya jejaring kerjasama antar lembaga untuk bersama-sama mencarikan solusi agar perubahan iklim dapat diupayakan adaptasi dan mitigasi sebagai upaya untuk membangun kemandirian pangan seperti padi, jagung dan kedelai. Lebih lanjut dalam laporannya Haris juga menyampaikan bahwa “Balitbangtan terus berupaya untuk mencari solusi salah satunya adalah dengan merakit varietas baru tanaman pangan yang adaptif terhadap perubahan iklim, namun demikian perlu menata secara optimal sumberdaya air yang dimiliki, ujar Haris.

Dalam acara simposium juga, PERHIMPI bersama Balitbangtan melaunching “Gerakan Nasional Panen dan Hemat Air Mendukung Bun-500, Kemandirian Pangan, dan Energi” dan juga melaunching “Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu Versi 3.0 – Inovasi Standing Crop”. Gerakan ini diharapkan menjadi gaung nasional untuk antisipasi kemarau yang berkepanjangan tahun 2019 dan menjadi solusi permanen menghadapi musim kemarau tahun tahun yang akan datang, sekaligus persiapan menghadapi musim hujan periode selanjutnya. (RTPH/Uje)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar