Sulawesi Selatan Kembangkan Ubijalar Ungu Varietas Antin 3

Kaya akan manfaat yang terkandung dalam ubi jalar berwarna ungu ini sehingga menarik perhatian Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman agar ubi jalar tersebut dapat dikembangkan di Sulawesi Selatan. Respon positif tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Kepala Badan Litbang Pertanian dengan meminta Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) untuk mengawal pengembangan ubi jalar tersebut di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Balitkabi telah mengirimkan sebanyak 15.000 stek untuk rencana pengembangan ubi jalar ungu di Sulawesi Selatan tepatnya di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone dengan luasan 0,5 ha.

Ubi jalar yang akan dikembangkan adalah ubi jalar berwarna ungu dengan nama varietas Antin 3. Varietas Antin 3 ini telah dilepas oleh Balitkabi pada tahun 2014, dan memiliki kandungan antosianin 150,7 mg/100 g (bb) tertinggi dibandingkan varietas Antin 1 dan Antin 2. Adapun potensi hasilnya ubi jalar ungu tersebut mencapai 30,6 ton/ha dengan umur tanaman 4-4,5 bulan. Kandungan/gizi varietas Antin 3 yakni bahan kering ± 31,3%, serat ±1,1%, protein ±0,6%, gula total ±0,9%, pati ±18,2%, vitamin C ±20,1 mg/100 g.

Saat kunjungan langsung ke lahan pengembangan ubi jalar ungu, Dr Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa “ubi jalar ini kaya akan manfaat selain untuk memenuhi kebutuhan akan karbohidrat, ubi jalar ini juga bermanfaat bagi kesehatan”. Lebih lanjut Amran Sulaiman menyampaikan bahwa “saat ini Sulawesi Selatan memiliki potensi luas sebagai area pengebangan ubi jalar hingga 15.406 ha yang tersebar di beberapa kabupaten/kota, dan berharap pengembangan ubi jalar ini menjadi ujung tombak pengembangan ubi jalar di seluruh Indonesia,” ujar Amran

Perlu diketahui bahwa Antosianin adalah pigmen yang terdapat pada ubi jalar ungu yang berperan dalam mencegah terjadinya penuaan dini, kanker dan penyakit-penyakit degenerative lainnya, di antaranya atherosclerosis. Selain itu, antosianin juga memiliki kemampuan sebagai antimutagenik dan antikarsinogenik terhadap mutagen dan karsinogen yang terdapat pada bahan pangan dan olahannya yang dapat mencegah gangguan pada fungsi hati, antihipertensi dan menurunkan kadar gula darah (antihiperglikemik). (Uje/RTPH)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar