Tetap Tanam Kedelai di Tengah Ancaman Kekeringan Dengan Varietas DERING 1

Ancaman kekeringan akibat kemarau panjang melanda Indonesia yang mengakibatkan banyak lahan pertanian mengalami puso. Daerah terdampak fenomena kekeringan akibat musim kemarau yang panjang ini antara lain Sumatera Selatan, Jawa, Bali, NTT, dan NTB.

Dalam mengatasi kekeringan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah banyak menghasilkan varietas unggul yang toleran kekeringan. Jika pada komoditas padi kita mengenal Inpago, Inbrida padi Gogo untuk tanaman padi yang ditanam di lahan kering, maka untuk komoditas kedelai Balitbangtan telah Berhasil mengembangkan DERING, kedelai toleran kekeringan. DERING ini mampu menjawab risiko kekeringan terhadap kedelai yang ditanam pada musim kemarau, sekaligus untuk mengusahakan peningkatan produktivitas dan mempercepat swasembada kedelai. Balitbangtan melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), UPT dibawah koordinasi Pusat Penelitian Puslitbangtan yang diberi mandat untuk mengkasilkan VUB Kedelai dan aneka kacang dan umbi berhasil merakit varietas kedelai tahan kering yang diberi nama DERING 1.

Menurut pemulianya, DERING 1 merupakan varietas unggul kedelai toleran kekeringan selama fase reproduktif. Pelepasan DERING 1 pada September 2012 telah  menambah koleksi varietas unggul, sekaligus memberikan solusi terhadap risiko kekeringan pada tanaman kedelai yang ditanam pada MK II sekitar bulan Juni s.d Juli.

Karakteristik tanaman ini antara lain: 1). Postur tanaman yang tinggi; 2). Jumlah daun banyak dan luas; dan 3). Perakaran banyak dan kemampuan menyerap air tinggi.

Keunggulan DERING 1 adalah memiliki potensi hasil tinggi hingga 2,8 t/ha dan toleran kekeringan hingga kandungan air 30% dari air tersedia. DERING 1 juga tahan hama penggerek polong (Etiella zinckenella) juga tahan penyakit karat daun (Phakopsora pachyrhizi). Tanaman ini mampu beradaptasi dan tumbuh baik setinggi 57 cm dalam kondisi tercekam kekeringan selam fase reproduktif, jumlah polong per tanaman sekitar 38 polong, dengan kandungan protein 34,2%, kandungan lemak 17,1%, umur masaknya 81 hari, dan ukuran bijinya 10,7 g/100 biji.

DERING 1 prospektif dikembangkan di lahan sawah bekas tanaman padi pada MK II atau sentra produksi kedelai dengan ketersediaan air terbatas. (LEN/Uje/RTPH)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar