Panen di Sentra Produksi Padi Kabupaten Mamuju

Dalam lawatan ke Sulawesi Barat, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) melakukan panen padi di Desa Sinyonyoi Selatan, Kecamatan Kaluku, Kabupaten Mamuju, pada Kamis (08/08). Pada panen yang dilakukan Kapuslitbangtan didampingi oleh Kepala BPTP Sulawesi Barat. Panen padi kali ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan guna meningkatkan luas tambah tanam (LTT) pada program Upaya Khusus (UPSUS) di Kabupaten Mamuju.

Hadir pula pada acara panen tersebut, Koordinator BPP Kecamatan Kaluku (Subhan, STP), Babinsa Koramil Kaluku 1418-4/Kaluku, Ketua GP3A serta Petani setempat. Panen padi dilakukan seluas 20 ha, dari hamparan keseluruhan 240 ha dengan menggunakan alat panen combine harvester bantuan pemerintah yang dikelola melalui Brigade Alsintan dengan sistem pinjam kepada kelompok tani. Adapun varietas padi yang dipanen adalah varietas Ciliwung, Mekongga, Ciherang dan Inpari 37 Lanrang dengan produktivitas mencapai 5,2-7.0 ton/ ha GKP. Saat panen harga penjualan gabah ditingkat petani cukup baik yaitu sebesar Rp 4.300/kg GKP.

Salah satu Babinsa yang menjadi pendamping di wilayah tersebut, menyampaikan bahwa kendala petani musim tanam ini adalah adanya serangan hama tikus, tungro serta beberapa lahan sawah yang mengalami kekeringan. Selanjutnya untuk mengatasi permasalahan tersebut,

Kepala Puslitbangtan Dr. Ir. Haris Sahbudin, DEA selaku Penanggung Jawab UPSUS di Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan “agar tanam padi selanjutnya petani menggunakan varietas unggul baru yang toleran terhadap kekeringan”. Lebih lanjut “untuk lahan yang terdampak kekeringan segera diantisipasi dengan melakukan pompanisasi dari sumber-sumber air yang tersedia dan diatur secara bijaksana sesuai kebutuhan” ujar Haris. (Uje/RTPH)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar