Dua Varietas Kedelai Dilepas untuk Toleran Kekeringan

Kedelai merupakan salah satu komoditas strategis yang mendapat perhatian lebih dari pemerintah setelah padi dan jagung. Di Indonesia kedelai umumnya lebih banyak digunakan sebagai bahan baku tempe dan tahu. Selain itu akhir-akhir ini perkembangan industri pangan berbahan baku kedelai dan industri pakan menjadi penyebab permintaan akan kedelai terus  meningkat melampaui produksi dalam negeri.

Strategi untuk tercapainya produksi kedelai dalam negeri guna memenuhi kebutuhan dalam negeri yakni dengan menambah luas tanam serta penggunaan varietas unggul. Badan Litbang Pertanian sebagai leadernya penelitian di Kementerian Pertanian, telah melepas kembali dua varietas kedelai yang toleran terhadap kekeringan. Pada bulan Juni 2019 telah dilepas, sesuai dengan namanya varietas yang toleran kekeringan, maka kedua varietas tersebut oleh penelitinya dari Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi diberi nama Dering 2 dan Dering 3. Kelebihan kedua varietas tersebut dari varietas sebelumnya yakni varietas Dering 1, berumur lebih pendek, biji lebih besar dan produktivitas tinggi.

Varietas Dering 2 dan Dering 3 adalah perbaikan dari varietas Dering 1 yang dilepas tahun 2012 yang sampa saat ini varietasnya banyak diminati petani dari berbagai wilayah seperti Sumut, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jabar, Jatim, NTB, dan Sulsel. Namun menurut pandangan petani kedelai varietas Dering 1 pada umumnya ditanam petani pada lahan sawah, umurnya panjang dan bijinya kurang besar.

Berdasarkan karakteristik varietas Dering 2 dan Dering 3 pada kondisi cekaman kekeringan potensi hasilnya mencapai 3-3,3 ton per ha dengan hasil rata-rata 2,4-2,5 ton per ha lebih unggul dari varietas Dering 1. Selanjutnya dari umur masak lebih tanaman varietas Dering 2 dan Dering 3 lebih pendek yaitu berkisar antara 70-76 hst. Untuk ukuran biji juga lebih besar karena varietas Dering 2 dan Dering 3 bobot per 100 mencapai 13,9-14,8 gram.

Dengan dilepasnya kedelai varietas Dering 2 dan Dering 3 kedepan petani tidak harus mengandalkan lahan sawah untuk menanam kedelai tetapi dapat mengoptimalkan lahan kering untuk tanam kedelai. Dengan demikian, meningkatkan produksi kedelai serta mewujudkan swasembada dapat terwujud dalam waktu singkat. (Uje/RTPH)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar