Balitsereal kembali melepas Jagung Hibrida

Komoditas jagung telah menjadi komoditas nasional yang strategis. Diperkirakan lebih dari 70% kebutuhan jagung dalam negeri digunakan untuk pakan dan sisanya digunakan untuk industri makanan, benih dan konsumsi pangan. Permintaan pasar terhadap komoditas jagung cenderung meningkat dari tahun ke tahun, baik untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak dan industri makanan dalam negeri serta untuk ekspor.

Kebutuhan jagung yang semakin meningkat menjadi peluang pasar yang potensial bagi petani, oleh karena itu perlu meningkatkan produksi jagung baik kualitas maupun kuantitas.

Dalam rangka meningkatkan produksi jagung dalam negeri, Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros salah satu UPT di bawah Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Balitbangtan, Kementerian Pertanian telah melepas kembali dua varietas jagung hibrida pada sidang pelepasan varietas (27/06), di Hotel Salak, Bogor.

Sidang dipimpin langsung oleh Dr. Satoto dan dihadiri seluruh anggota Tim TP2V. Hasil sidang tersebut telah mengesahkan kedua varietas jagung hibrida milik Balitsereal dengan nama JH 29 dan jagung hibida JH 30 untuk dilepas. Berdasarkan deskripsinya potensi jagung hibrida JH 29 sebesar 13,6 t/ha dengan rata-rata hasil 11,7 t/ha, sedangkan varietas jagung hibrida JH 30 sebesar 12,6 t/ha dengan rata-rata hasil 11,3 t/ha.

Dr. Roy Effendi selaku pemulia jagung pada kedua varietas tersebut menyampaikan bahwa jagung hibrida JH 29 dan JH 30 dari segi potensi dan rata-ratanya nyata lebih unggul dibanding varietas JH 27 dan Bisi 18. Lebih lanjut Dr. Roy Effendi juga menjelaskan kandungan protein dan karbohidrat varietas JH 29 lebih tinggi 10,00% dari varietas jagung JH 27 dan varietas JH 30 memiliki kandungan lemak yang tinggi yaitu 9,03%. Selain itu, berdasarkan hasil analisis stabilitas hasil, JH 29 memiliki stabilitas hasil yang luas, sedangkan JH 30 cocok untuk dibudidayakan di dataran menengah dan tinggi karena lebih tahan penyakit hawar daun di datarn tinggi, ujar Roy Effendi. (Uje/RTPH)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar