Merancang Model Pengembangan Pertanian Era Industri 4.0

Dunia saat ini telah memasuki era revolusi industri yang ke-empat atau disebut sebagai Era  Industri 4.0, yang ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomasi yang terintegrasi dengan jaringan internet. Menghadapi tantangan perubahan global dalam sektor pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menjajaki kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dalam merancang model pengembangan teknologi pertanian menuju era Industri 4.0.

Sehubungan dengan hal tersebut, pada Selasa, 25 Juni 2019, Balitbangtan dan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan Focus Group Discussion (FGD ) untuk menentukan arah kerjasama pengembangan pertanian era industri 4.0. Diskusi dihadiri oleh kepala LPPM IPB, Dr. Ir. Aji Hermawan, MM, Mewakili Balitbangtan  Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA (Kepala Puslitbangtan), Dr. Ir. Agung Prabowo, M.Eng (Kepala BBMektan) serta Dr. Ir. M. Taufik Ratule, M.Si (Kepala BBP2TP), serta 19 orang tamu lainnya. FGD kali ini merupakan tindak lanjut dari FGD sebelumnya yang dilaksanakan pada 29 Mei 2019 yang lalu.

Ada 3 poin penting dalam pengembangan teknologi pertanian 4.0 ini, antara lain Manajemen Information system yang tepat, sistem usaha tani yang presisi dari hulu hingga hilir serta penguasaan artificial intelligence. Hal ini disampaikan oleh Kepala Puslitbangtan.

Menyongsong era industri 4.0 Balitbangtan melalui Balai Besar Mekanisasi Pertanian telah menghasilkan berbagai alat mekanisasi pertanian yang dapat mempermudah pengembangan pertanian saat ini, antara lain autonomos tractor, drone penyebar pupuk dan benih, serta robot tanam. Harapannya alat-alat yang sudah dihasilkan oleh Balitbangtan ini dapat menunjang dalam pengembangan pertanian ke arah era industri 4.0.

Konsep model pengembangan teknologi pertanian 4.0 sendiri memerlukan dukungan kuat dari pemerintah pusat dan daerah. Misalnya, pemerintah pusat menyediakan infrastruktur yang memadai untuk dapat terlaksananya model ini. Komitmen pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar terlaksananya model pengembangan pertanian era industry 4.0 secara berkelanjutan.

Apapun teknologi pertanian yang akan dikembangkan, tujuannya adalah untuk peningkatan produksi dan produktivitas pertanian, sehingga pada FGD yang dilakukan kali ini telah disepakati untuk masuk tahapan melakukan inventarisasi berbagai komponen teknologi yang telah dihasilkan oleh IPB dan Balitbangtan. Komponen teknologi yang telah dihasilkan masing-masing pihak. selanjutnya akan dimanfaatkan secara kolaboratif dan solutif dalam kegiatan pengembangan model kawasan pertanian korporasi berbasis pertanian padi, jagung dan komoditas perkebunan yang terintegrasi dengan peternakan. Model ini merupakan sistem modern dengan manajemen produktif menggunakan aplikasi teknologi yang  berkelanjutan sejak input, proses hingga output yang terukur. (Lila)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar