Beras Sumbang Deflasi

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi sebesar 0,68% pada bulan Mei 2019. Penyebab utama inflasi pada Mei 2019 adalah bahan makanan. Dimana mengalami inflasi sebesar 2,02% dengan andil inflasi pada bulan Mei 2019 adalah sebesar 0,43%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah harga cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, bawang merah, bayam, kangkung, dan sawi hijau. Kontribusi inflasi lainnya adalah kenaikan harga bahan makanan, seperti nasi dan lauk pauk dengan andil 0,01%, ini disebabkan oleh konsumen lebih banyak membeli dari pada memasak sendiri.

Komoditas lain yang ikut andil dalam menyumbangkan terhadap deflasi adalah beras sebesar 0,02%. Penyebab beras dalam memberikan sumbangan deflasi 0,02% karena stok beras yang melimpah setelah panen raya sepanjang bulan Maret dan April 2019 di berbagai daerah. Panen raya terjadi di beberapa di antaranya ada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat ( NTB), Kalimantan Selatan, dan Lampung. Kementerian Pertanian selalu memantau dan turun ke lapang agar stok beras melimpah dengan melakukan percepatan serapan gabah petani.

Dalam menekan inflasi bahan pangan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan melakukan antisipasi berupa peningkatan produksi. Pada saat Ramadhan dan Lebaran, Kementerian Pertanian menggenjot produksi sebesar 10-20% sejak tiga bulan sebelumnya.

“Kementerian Pertanian menjamin ketersediaan bahan pangan dan terus menjaga kestabilan harga, kondisi inflasi bahan pangan masih terkendali,” ujar Amran. Oleh sebab itu beras merupakan salah satu komoditas penyelamat inflasi pada Mei 2019 dan sebagai bahan pokok makanan masyarakat Indonesia.

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar