Roti Sehat Kaya Antioksidan

Roti merupakan salah satu produk turunan dari tepung terigu yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat perkotaan sebagai pengganti makanan pokok. Umumnya jenis roti yang disukai oleh masyarakat Indonesia adalah roti dengan tekstur yang lembut serta manis, karena sesuai dengan lidah dan selera masyarakat pada umumnya. Berbeda dengan negara Eropa yang menyukai roti dengan tekstur yang keras.

Pembuatan roti masih mengutamakan tepung terigu sebagai bahan baku utama dan kebutuhannya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Setiap tahun volume peningkatan pertumbuhan roti rata-rata mencapai 15%, dimana kebutuhan akan tepung terigu masih sepenuhnya diimpor. Upaya mengurangi ketergantungan tepung terigu sebagai bahan baku pembuatan roti, maka perlu dilakukan subtitusi dengan bahan tepung yang dapat disediakan di dalam negeri.

Roti selain banyak dikonsumsi, namun tentunya telah menjadi momok bagi mereka yang melakukan diet. Menurut penelitian, roti putih dapat menyebabkan obesitas dan tekanan darah tinggi. Untuk itu diperlukan bahan tepung alternatif lain yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan roti pengganti tepung terigu yang dapat meminimalisir dampak buruk bagi kesehatan.

Dewasa ini ubi ungu telah dimanfaatkan sebagai tepung berbahan alami sebagai penggati terigu. Pemanfaatan tepung ubi ungu modifikasi pre gelatinisasi dapat diaplikasikan sebagai roti. Ubi ungu meskipun tidak memiliki gluten yang cukup untuk mengembangkan roti namun memiliki nilai tambah bagi roti, yakni sebagai roti sehat karena mengandung antosianin yang cukup tinggi

Atas dasar tersebut, Badan Litbang Pertanian melalui dua UPT nya yaitu Balai Penelitian Tanaman Serealia dan Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbi  berkolaborasi membuat roti dari bahan gandum dan ubi jalar yang kaya antioksidan.

Roti berbahan dasar dari tepung gandum varietas Dewata dan ubi jalar ungu varietas Antin-2 keduanya adalah varietas unggul yang dilepas oleh UPT Balitbangtan. Gandum varietas Dewata dirilis tahun 2003 oleh Balitsereal dan ubi jalar ungu varietas Antin 2 dirilis tahun 2014 oleh Balitakabi.

Berdasarkan rendemen, tingkat kekerasan, tingkat kecerahan, dan pengembangan volume, penggunaan campuran tepung gandum lokal varietas Dewata (kadar protein 14, 15% bk) yang disosoh dan pasta ubi jalar ungu dari varietas Antin 2 (kadar antosianin 130,2 mg/100g bb) sampai dengan 40% berpeluang dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan roti yang memiliki kualitas tidak kalah dengan 100% terigu impor. Hal ini tampak dari sifat sensoris roti yang cukup disukai, memiliki tekstur lembut/empuk, butir remah yang seragam, serta kadar proteinnya yang lebih tinggi daripada roti dari 100% terigu impor. Kadar air dan abu roti tersebut juga telah memenuhi persyaratan SNI (1995). Dengan hasil seperti ini tentunya memberi harapan serta peluang baru bagi pengembangan bisnis roti yang lebih memiliki nilai tambah bagi kesehatan masyarakat. (Uje/RTPH)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar