Hama dan Penyakit Muncul Akibat Pergeseran Musim

Pergeseran pola musim antara musim hujan dan musim kemarau yang kini sulit diprediksi merupakan dampak dari perubahan iklim. Perubahan lingkungan yang diindikasikan dengan suhu yang cenderung meningkat. Kecenderungan kenaikan suhu ini mempengaruhi terhadap pertumbuhan dan perkembangan arthropoda. Salah satu jenis arthropoda yang ada, yaitu wereng Hijau (Nephotettix virescens).

Wereng hijau merupakan salah satu hama penting tanaman padi karena merupakan vektor penular virus penyebab penyakit tungro yang dapat mengakibatkan kerugian cukup berarti secara ekonomis, bahkan menyebabkan gagal panen. Karakter unik antara serangga wereng hijau dengan virus tungro telah mendapat perhatian khusus, dikarenakan interaksinya yang bersifat laten. Kejadian tungro selalu ada, meski gejala tidak nampak secara visual seperti gejala pada umumnya daun menguning. Sifat pemencaran wereng hijau dewasa yang tinggi, mengakibatkan kejadian tungro dapat menyebar cepat meski dengan populasi yang rendah.

Penggunaan varietas tahan merupakan komponen yang paling efektif dalam usaha pengendalian tungro, penggunaan varietas tahan bahkan efektif pada berbagai ekosistem di Indonesia. Varietas tahan penyakit tungro diklasifikasikan: (a) tahan terhadap wereng hijau sebagai penular (vektor) patogen dan (b) tahan terhadap virus yang merupakan patogen penyebab penyakit tungro. Namun demikian, varietas tahan tidak direkomendasikan ditanam terus-menerus pada areal yang sama karena dapat meningkatkan tekanan seleksi vektor dan memungkinkan berkembangnya wereng hijau biotipe baru. Penggunaan varietas tahan walaupun terserang tidak menunjukkan kerusakan fatal, sehingga dapat menghasilkan secara optimal.

Pada tahun 2014 Badan Litbang Pertanian melalui Lolittungro dan BB Padi telah melepas varietas baru padi tahan tungro dengan nama Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang.  Selain memiliki ketahanan terhadap penyakit tungro, kedua varietas juga memiliki ketahanan terhadap penyakti Blas pada beberapa golongan/ras.

Sebelumnya Balitbangtan memiliki varietas padi tahan tungro seperti Inpari 9 Elo, Inpari 8, dan Inpari 7 Lanrang, serta beberapa varietas tahan tungro yang dikenal di Indonesia seperti Tukad Petanu, Tukad Balian, Tukad Unda, Bondoyudo dan Kalimas.

Penggunaan varietas-varietas diatas secara efektif dapat mengendalikan penyebaran penyakit tungro dengan mempertimbangkan kesesuaian varietas pada setiap daerah. (f)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar